BREAKING NEWS
Kamis, 10 September 2026

Mengapa Keracunan MBG Bisa Terjadi? Ini Kata BPOM

Johan - Kamis, 10 September 2026 12:15 WIB
Mengapa Keracunan MBG Bisa Terjadi? Ini Kata BPOM
Kepala BPOM Taruna Ikrar. (foto: Dok. BPOM)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap salah satu faktor yang diduga memicu kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Taruna mengatakan BPOM mendapat mandat untuk membantu mengawasi pelaksanaan program MBG, termasuk menangani kejadian luar biasa seperti kasus keracunan makanan.

Baca Juga:

Mandat tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Taruna, Pasal 24 Perpres tersebut mengatur tugas BPOM dalam pengawasan program MBG, mulai dari bahan baku makanan hingga penanganan apabila terjadi kejadian luar biasa.

"Pasal itu sangat tegas bahwa kami ditugaskan untuk pengawasannya pelaksanaan, jadi mulai dari pengawasan bahan baku makanan sampai kepada jika terjadi kejadian luar biasa dalam hal ini keracunan," ujar dia dalam rapat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian BPOM adalah jarak waktu antara makanan selesai dibuat dan makanan tersebut didistribusikan kepada penerima manfaat.

Taruna mencontohkan kasus keracunan MBG di Sidoarjo.

Berdasarkan temuan BPOM, terdapat jeda waktu yang cukup panjang antara proses memasak dan pembagian makanan.

"Salah satu protokol yang tidak terlaksana dengan baik adalah karena makanan itu dimasak, disiapkan itu sejak jam 01.00 malam, terus nanti dibagikan sekitar jam 12.00 siang," kata Taruna.

Dengan kondisi tersebut, makanan berada dalam rentang waktu sekitar 11 jam sejak disiapkan hingga dibagikan.

"Berarti kurang lebih hampir 11 jam. Sementara timeline dalam kami mendidik para SPPG itu jangan lewat 4 jam," imbuhnya.

BPOM menilai pengaturan waktu produksi hingga distribusi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperketat untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan dalam program MBG.

Dalam menjalankan tugas pengawasan MBG, BPOM mendapat alokasi anggaran sebesar Rp509 miliar dari total anggaran program tersebut.

Taruna mengatakan nilai tersebut bahkan lebih besar dibandingkan anggaran BPOM untuk menjalankan seluruh tugas kelembagaannya dalam satu tahun, yang disebut hanya sekitar Rp115 miliar.

BPOM, kata Taruna, telah menyusun 21 program untuk mendukung pengawasan MBG dan mengusulkannya kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Namun, sejumlah usulan tersebut masih menunggu persetujuan.

Taruna mengatakan salah satu fokus ke depan adalah memperketat pengawasan terhadap waktu produksi dan distribusi makanan.

Taruna mengakui pengawasan BPOM terhadap program MBG pada 2025 belum berjalan optimal. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan anggaran.

"Karena harus disadari bahwa tahun ini kami belum efektif menjalankan karena cuma Rp2,9 miliar untuk tahun ini dianggarkan untuk MBG sehingga itu tidak efektif," katanya.

Dengan adanya alokasi Rp509 miliar, BPOM berharap anggaran tersebut dapat digunakan secara optimal untuk memperkuat pengawasan terhadap keamanan pangan dalam program MBG.

Namun, Taruna berharap anggaran tersebut dapat masuk sepenuhnya sebagai bagian dari anggaran BPOM, bukan tetap melekat sebagai anggaran program MBG.

"Tetapi kan ini masalahnya anggaran yang Rp509 miliar itu sudah terkunci. Nah, sekarang bagaimana membuka kuncinya? Pada rapat kemarin kita sudah diusulkan dan kami sudah membuat tata cara untuk itu," katanya.

BPOM selanjutnya akan memperketat pengawasan mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan MBG.

Pengaturan waktu antara makanan selesai diproduksi dan dibagikan menjadi salah satu perhatian utama untuk mencegah kasus keracunan berulang.* (cn/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengapa Siswi di Karo Alami Gangguan Ingatan Usai Diduga Keracunan MBG? Ini Penjelasan Dokter Neurologi
Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang Kamis Pagi, Dilarikan ke IGD
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Kamis Pagi, PVMBG Catat Empat Kali Gempa
Wawali Medan Zakiyuddin Harahap Temukan Fasilitas SD Negeri 066667 Belum Memadai
PMPHI Curigai Ada Kesengajaan di Balik Keracunan MBG: "Ini Bukan Sekadar Makanan Basi"
Petaka Makan Bergizi Gratis di Pati: 230 Siswa Tumbang Lemas, RSUD Soewondo Kewalahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru