Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Di tengah penyelenggaraan layanan kesehatan tersebut, BPJS Kesehatan juga menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan program JKN.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyebut program JKN mengalami defisit sekitar Rp2 triliun per bulan.
Menurut Prihati, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk biaya pelayanan kesehatan, inflasi medis, serta kesenjangan antara peserta yang aktif dan tidak aktif.
Jumlah peserta nonaktif disebut mencapai 52,9 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 13 juta peserta tercatat menunggak pembayaran iuran.
Prihati berharap peserta yang masih memiliki tunggakan dapat segera memenuhi kewajibannya.
"Kita lakukan semua program ini sesuai regulasinya. Dan memang kita masih menghadapi tantangan-tantangan dengan kepesertaan yang tidak aktif," papar Prihati, Rabu, 16 September 2026.
Menurut dia, pembayaran iuran atau adanya pihak yang membayarkan tunggakan peserta dapat membantu menjaga keberlanjutan program JKN.
"Yang saya gambarkan tadi, apabila mereka membayar atau ada yang membayari, pasti akan menambah sustainability daripada program ini," pungkasnya.
Dengan sistem pelayanan berjenjang, peserta JKN tetap perlu mengikuti alur pelayanan yang berlaku.
Pemeriksaan di FKTP menjadi pintu awal sebelum pasien mendapatkan rujukan ke rumah sakit apabila kondisi medisnya membutuhkan penanganan lanjutan.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.