BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Anggaran Dinkes Medan Turun Rp23 Miliar, DPRD Soroti Pelayanan Kesehatan yang Belum Maksimal

Adelia Syafitri - Kamis, 17 September 2026 17:54 WIB
Anggaran Dinkes Medan Turun Rp23 Miliar, DPRD Soroti Pelayanan Kesehatan yang Belum Maksimal
Dinas Kesehatan Kota Medan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN DPRD Kota Medan menyoroti penurunan anggaran Dinas Kesehatan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau P-APBD Kota Medan 2026.

Anggaran Dinas Kesehatan disebut turun dari Rp1,224 triliun lebih menjadi sekitar Rp1,201 triliun.

Sorotan tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, dalam pandangan fraksi terhadap P-APBD Kota Medan 2026, Kamis, 17 September 2026.

Baca Juga:

"Kami mempertanyakan penurunan anggaran ini sementara pelayanan kesehatan belum maksimal," ujar Paul Mei Anton Simanjutak dalam pandangan fraksi terhadap P-APBD Medan tahun 2026, Kamis (17/9/2026).

Menurut Paul, Fraksi PDIP menerima sejumlah keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan kesehatan di Kota Medan.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah jam operasional puskesmas dan puskesmas pembantu atau pustu.

"Misalnya dari temuan dan keluhan masyarakat yang kami terima saat pelaksanaan sosialisasi produk hukum daerah maupun reses, warga masyarakat mulai mengeluhkan menurunnya disiplin waktu para tenaga medis dan dokter yang bertugas," katanya.

Selain persoalan kedisiplinan waktu tenaga medis, Fraksi PDIP DPRD Medan menyoroti distribusi obat dan alat kesehatan ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Menurut Paul, keterlambatan distribusi obat dan alat kesehatan, khususnya ke puskesmas pembantu, dapat berdampak terhadap pelayanan yang diterima masyarakat.

"Obat dan alat kesehatan seringkali terlambat pendistribusiannya ke puskesmas-puskesmas terutama di puskesmas pembantu (pustu), sehingga pelayanan yang dirasakan warga masyarakat menjadi berkurang," imbuhnya.

Paul mengatakan Fraksi PDIP mempertanyakan alasan penurunan anggaran belanja kesehatan dalam P-APBD 2026.

Hal itu dinilai perlu mendapat penjelasan karena masih terdapat sejumlah persoalan dalam pelayanan kesehatan.

Menurut dia, kualitas pelayanan, ketersediaan alat kesehatan serta tenaga medis dan dokter di puskesmas maupun puskesmas pembantu masih perlu ditingkatkan.

"Termasuk Rumah Sakit dr Pirngadi dan Rumah Sakit Haji Bachtiar Djafar masih perlu dibenahi dan dilengkapi," ungkapnya.

Fraksi PDIP DPRD Medan meminta Wali Kota Medan Rico Waas tetap melakukan pengawasan terhadap unit-unit pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kota Medan.

Paul mengatakan pengawasan tersebut perlu dilakukan secara ketat dan menyeluruh agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Selain pelayanan kesehatan, Fraksi PDIP juga meminta Pemerintah Kota Medan meningkatkan upaya penanganan dan pencegahan stunting, terutama di wilayah Medan Utara.

"Karena banyak kami dapatkan keluhan terkait waktu pelayanan yang tidak maksimal terutama di puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di Kota Medan," pungkasnya.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Modus Ibu Ditabrak Geng Motor, Komplotan Ini Tipu Pelajar di Medan hingga Bawa Kabur Motor
Pengadilan Tinggi Banda Aceh Dukung Penyelesaian Sengketa Lewat Peradilan Adat Gampong, Siap Perkuat Kerja Sama dengan Kanwil Hukum
Cegah Korupsi, Rico Waas dan Kepala Daerah se-Sumut Teken Komitmen Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan
Ditangkap Jelang Pernikahan karena Kasus Narkoba, Pria di Medan Tetap Nikahi Kekasih di Ruang Tahanan
Siswa SMKN 1 Merdeka Karo Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG, Bobby Nasution: Jangan Dianggap Lebay!
Pemko Medan Bekali Guru Keterampilan Media Sosial untuk Dukung Transformasi Pendidikan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru