Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN - Penggunaan ponsel atau HP sudah menjadi bagian dari keseharian anak, mulai dari belajar, menonton video, bermain gim hingga berkomunikasi. Namun, terlalu lama berada di depan layar dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, tidur, dan melakukan aktivitas lainnya.
Karena itu, orang tua perlu mengatur durasi penggunaan perangkat berdasarkan usia anak. Kebutuhan screen time berbeda pada setiap tahap perkembangan.
Mengacu pada rekomendasi World Health Organization (WHO) serta adaptasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dikutip dari Diskominfo Jawa Barat, batas penggunaan layar bagi anak diatur berdasarkan kelompok usia.
Baca Juga:
Berikut batas penggunaan HP berdasarkan usia:
- Anak usia 0-2 tahun tidak disarankan menggunakan layar.
- Anak usia 2-3 tahun maksimal 1 jam per hari.
- Anak usia 3-6 tahun maksimal 1 jam per hari.
- Anak usia 6-12 tahun maksimal 1,5 jam per hari.
- Anak usia 12-18 tahun maksimal 2 jam per hari.
WHO juga menekankan bahwa semakin sedikit waktu sedentari yang dihabiskan di depan layar, semakin baik.
Screen Time Berlebihan Bisa Ganggu Aktivitas Anak
Penggunaan HP secara berlebihan dapat membuat anak lebih banyak duduk dan mengurangi kesempatan untuk bergerak, bermain maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Waktu yang terlalu lama di depan layar juga dapat mengurangi waktu tidur. Kondisi ini terutama dapat terjadi ketika penggunaan perangkat membuat anak tidur lebih larut.
Karena itu, mengatur screen time bukan hanya soal membatasi durasi bermain HP. Orang tua juga perlu memastikan penggunaan perangkat tidak mengganggu waktu tidur, aktivitas fisik dan interaksi anak.
Cara Mengurangi Waktu Main HP
Orang tua dapat memantau penggunaan HP melalui fitur Screen Time atau Digital Wellbeing. Fitur tersebut bisa digunakan untuk melihat aplikasi yang paling banyak digunakan dalam sehari.
Batas waktu juga dapat dibuat untuk aplikasi hiburan dan media sosial yang paling sering diakses. Notifikasi yang tidak diperlukan dapat dimatikan agar anak tidak terus terdorong membuka perangkat.
Selain itu, waktu bermain HP bisa dialihkan ke aktivitas lain seperti berjalan kaki, berolahraga, membaca buku, membantu pekerjaan rumah atau berinteraksi langsung bersama keluarga.* (ds/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.