BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Dampak Imbas Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Medan Melonjak Tembus 45 Ribu

Dharma - Sabtu, 17 Oktober 2026 13:33 WIB
Dampak Imbas Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Medan Melonjak Tembus 45 Ribu
ilustrasi. (Foto: bodrex)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus 2026. Jumlah kasus yang dilaporkan pada September mencapai 45.818, meningkat dibandingkan Agustus yang tercatat sebanyak 32.599 kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Medan Surya Syahputra mengatakan, tren peningkatan kasus ISPA tersebut mulai terlihat sejak Agustus. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara di Medan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kasus ISPA di Medan mengalami tren peningkatan sejak bulan Agustus," ujar Surya saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga:

Berdasarkan data Dinkes Medan, jumlah kasus yang dilaporkan pada September bertambah 13.219 dibandingkan bulan sebelumnya, atau meningkat sekitar 40,6 persen.

Data Kasus ISPA Medan Januari-September 2026

Berikut data bulanan kasus ISPA atau pneumonia yang disampaikan dalam laporan Dinkes Medan:



Data tersebut menunjukkan jumlah kasus tertinggi dalam periode yang dicantumkan terjadi pada September 2026. Sebelumnya, angka kasus sempat berfluktuasi dan berada di bawah 33.000 pada sebagian besar bulan.

Peningkatan yang tercatat pada Agustus dan September menjadi perhatian, terlebih ketika sejumlah wilayah Medan dan sekitarnya terdampak kabut asap.

Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Untuk mengantisipasi dampak kualitas udara yang memburuk, Dinkes Medan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara terlihat berasap atau kondisinya semakin buruk.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama saat kondisi udara terlihat berasap atau menunjukkan kecenderungan memburuk. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, pastikan selalu menggunakan masker perlindungan yang memadai," kata Surya.

Dinkes juga meminta masyarakat memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya.

Kelompok tersebut disarankan mengurangi paparan udara luar ketika kondisi lingkungan memburuk dan lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Warga Diminta Segera ke Fasilitas Kesehatan

Selain mengurangi paparan polusi, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan mencukupi kebutuhan air putih.

Surya meminta warga tidak mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan gangguan pernapasan. Keluhan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau gejala lain yang semakin memburuk perlu mendapat perhatian.

"Apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau keluhan kesehatan lainnya yang memburuk, segera datangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat berkendara karena kabut asap dapat menurunkan jarak pandang. Warga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memperburuk kualitas udara.

Di tengah peningkatan kasus ISPA dan persoalan kabut asap, masyarakat diharapkan mengikuti imbauan kesehatan serta memantau informasi kualitas udara dan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.* (ds/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kabut Asap Karhutla Sampai ke Binjai, Wali Kota Amir Hamzah Turun ke Jalan Bagikan Masker
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan! Dinkes Medan Minta Warga Gunakan Masker, Anak-anak dan Lansia Diminta Lebih Waspada
Kualitas Udara Medan Tidak Sehat, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker dan Kurangi Aktivitas di Luar
Anggaran Dinkes Medan Tembus Rp1,2 Triliun, Mengapa Keluhan Pasien BPJS Masih Bermunculan?
Influenza A Meningkat di Sumut, Dinkes: Alat Deteksi Hanya Tersedia di Medan dan Deli Serdang
Kasus Influenza A di Medan Meningkat, Dinkes Perkuat Kesiapsiagaan Puskesmas dan Rumah Sakit
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru