BREAKING NEWS
Selasa, 16 Juni 2026

IDF Siapkan Rencana Pertahanan Baru di Gaza Menjelang Gencatan Senjata dengan Hamas

BITVonline.com - Sabtu, 18 Januari 2025 14:13 WIB
IDF Siapkan Rencana Pertahanan Baru di Gaza Menjelang Gencatan Senjata dengan Hamas
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Tel Aviv – Menjelang pelaksanaan gencatan senjata yang dijadwalkan pada hari Minggu (19/1/2025), pasukan militer Israel (IDF) melaporkan telah mengembangkan rencana pertahanan baru di wilayah Gaza. Rencana ini mencakup penguatan sistem pertahanan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza, dengan langkah-langkah untuk menarik pasukan secara bertahap selama pelaksanaan pertukaran tahanan dan perjanjian gencatan senjata.

Menurut laporan media yang terafiliasi dengan IDF, Divisi ke-99 IDF akan menarik diri dari poros Netzarim sesuai dengan ketentuan gencatan senjata. Divisi ke-162 akan bertanggung jawab atas pertahanan di wilayah utara Gaza, sementara Divisi Gaza IDF akan menangani wilayah selatan Gaza. Dengan demikian, hanya dua divisi yang akan tersisa di wilayah tersebut.

Selain itu, IDF diperkirakan akan menyesuaikan penempatan pasukannya dan menarik diri dari beberapa titik di Gaza, meskipun mereka akan memperkuat garis pertahanan di perbatasan dengan Gaza untuk menjaga keamanan. Pasukan militer Israel juga siap untuk kembali masuk dan menyerang Gaza jika proses gencatan senjata tidak berjalan sesuai harapan.

Sementara itu, kabar terbaru menyebutkan bahwa Kabinet Keamanan Israel telah menyetujui perjanjian pertukaran tahanan dan gencatan senjata. Israel akan membebaskan 33 sandera, sementara lebih dari 1.700 warga Palestina yang ditahan akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan ini.

Namun, meskipun ada kesepakatan, ribuan warga Israel telah menggelar demonstrasi menentang gencatan senjata, dengan banyak dari mereka yang menuntut kemenangan total atas Hamas dan menentang pembebasan para tahanan Palestina.

Sebelumnya, serangan militer Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 157.000 warga Palestina menjadi martir dan banyak yang terluka, dengan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. Gaza kini berada dalam kondisi bencana kemanusiaan, dengan kelaparan dan kehancuran yang meluas.

(christie)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru