BREAKING NEWS
Selasa, 16 Juni 2026

Sinkhole Raksasa di Aceh Tengah Meluas, Satgas PRR Tingkatkan Kewaspadaan

Raman Krisna - Selasa, 16 Juni 2026 07:41 WIB
Sinkhole Raksasa di Aceh Tengah Meluas, Satgas PRR Tingkatkan Kewaspadaan
Area sinkhole di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat (12/6/2026). (foto: Dok. Satgas PRR/BNPB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat langkah mitigasi di sejumlah titik rawan bencana susulan di wilayah terdampak hidrometeorologi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pada keselamatan warga serta ketahanan wilayah dalam jangka panjang.

Salah satu langkah pengawasan dilakukan melalui kunjungan lapangan Satgas PRR Aceh bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, yakni BPJN Aceh dan PT Hutama Karya, ke dua lokasi rawan di Aceh: Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah dan kawasan sinkhole di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga:

Kedua lokasi tersebut dinilai masih menyimpan risiko tinggi. Di Enang-Enang, kerusakan jalan dan jembatan terjadi akibat longsor tebing serta banjir bandang.

Sementara di Pondok Balek, fenomena tanah amblas atau sinkhole masih berpotensi meluas dan mengancam lahan pertanian, akses jalan, hingga jaringan listrik warga.

Di jalur Enang-Enang yang berada di ruas Jalan Raya Bireuen–Takengon, akses masyarakat sempat terputus akibat kerusakan infrastruktur.

Meski warga telah membuka jalur darurat secara swadaya, kondisi tersebut dinilai belum aman karena struktur tanah masih labil dan jembatan mengalami kerusakan serius.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh menegaskan jalur tersebut masih berisiko tinggi untuk dilalui kendaraan, mengingat kondisi tanah curam, minim penerangan, serta fondasi jembatan yang sudah mengalami kerusakan.

Satgas PRR menekankan perlunya penanganan berbasis kajian teknis dan geologi secara menyeluruh.

Penanganan tidak cukup hanya membuka akses sementara, tetapi harus memastikan jalur benar-benar aman bagi masyarakat melalui koordinasi lintas instansi.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan jembatan baru (shortcut) di kawasan tersebut yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.

Sementara itu, jalur alternatif tetap dipelihara untuk menjaga konektivitas wilayah tengah Aceh.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemkab Asahan dan BPS Resmi Luncurkan Sensus Ekonomi 2026, 654 Petugas Dikerahkan
Pengamat: Gas Blok Andaman Lebih Menguntungkan Jika Dialirkan ke KEK Arun
Aisyiyah Aceh Gelar Pelatihan Literasi Keuangan Syariah di Langsa, Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Selasa 16 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Selasa 16 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Sumatera Utara Geser Dominasi Jawa Barat dan Banten di Peta Sport Tourism Nasional 2025–2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Mencari Budiman Sudjatmiko

Mencari Budiman Sudjatmiko

OlehYogen SogenMENCARI Budiman Sudjatmiko seharusnya bukan perkara sulit. Namanya pernah menjadi bagian dari sejarah perlawanan di negeri i

OPINI