Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH — Rencana pengelolaan gas bumi dari Lapangan Tengkulo Wilayah Kerja South Andaman kembali menjadi sorotan.
Pengamat kebijakan publik, Dr. Nasrul Zaman, menilai bahwa opsi penyaluran gas ke darat menuju Kawasan ekonomi/" target="_blank">Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe merupakan pilihan paling rasional dari sisi ekonomi maupun pengembangan wilayah.
Pernyataan itu disampaikan Nasrul kepada wartawan di Banda Aceh, Senin, 15 Juni 2026.
Baca Juga:
Menurut dia, Lhokseumawe memiliki keunggulan infrastruktur yang sudah tersedia sejak masa operasional PT Arun NGL, mulai dari fasilitas tangki LNG, pelabuhan laut dalam, hingga sistem regasifikasi dan jaringan pendukung energi lainnya.
"Secara teknis dan ekonomi, pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada akan jauh lebih efisien dibandingkan membangun fasilitas baru di laut dalam," ujarnya.
Ia menjelaskan, jika gas dari Blok Andaman dialirkan ke darat dan diolah di KEK Arun, biaya investasi awal atau capital expenditure dapat ditekan secara signifikan.
Sebaliknya, pembangunan fasilitas terapung di laut dalam dinilai lebih berisiko dan berbiaya tinggi.
Selain efisiensi, Nasrul menilai skema darat juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ketersediaan gas disebut dapat menghidupkan kembali industri strategis di Aceh, termasuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), serta mendorong masuknya investasi baru di sektor petrokimia.
"Dampaknya bukan hanya pada industri besar, tapi juga penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi di daerah," katanya.
Ia menambahkan, optimalisasi KEK Arun dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Aceh.
Namun, jika pengelolaan dilakukan di laut dengan skema floating production, manfaat ekonomi di daratan dinilai akan jauh lebih terbatas.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.