BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Dapur Jemaah di Arafah: Memasak Pakai Kayu dan Sajikan 3.000 Porsi Sehari untuk Jemaah Haji Indonesia

BITVonline.com - Sabtu, 15 Juni 2024 04:57 WIB
Dapur Jemaah di Arafah: Memasak Pakai Kayu dan Sajikan 3.000 Porsi Sehari untuk Jemaah Haji Indonesia
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ARAFAH -Di tengah hamparan pasir Arafah yang tandus, puluhan ribu jemaah haji Indonesia bersiap-siap untuk menjalani momen sakral dalam perjalanan spiritual mereka. Tidak jauh dari tenda-tenda misi haji, terdapat sebuah dapur kecil yang menjadi pusat kegiatan memasak untuk melayani jemaah haji dari Indonesia. Ukurannya tidak mencolok, namun di dalamnya terdapat kehangatan dari semangat mempersiapkan makanan bagi mereka yang sedang melaksanakan wukuf.

Pada suatu pagi di Arafah, detikHikmah berkesempatan untuk menyambangi dapur tersebut. Di sana, beberapa pekerja bersemangat tengah sibuk mengolah makanan untuk makan siang jemaah haji yang baru tiba. Tampak beberapa orang pekerja Arab yang terampil dalam memasak, namun yang menonjol adalah seorang kepala dapur atau chef yang ternyata berasal dari Indonesia.

“Alhamdulillah di tahun ini saya diberi kesempatan untuk juga melayani para jemaah haji Indonesia,” ujar Alim Nur Juru Masak dengan penuh rasa syukur kepada detikHikmah pada Jumat (14/6/2024).

Alim Nur menjelaskan bahwa tanggung jawabnya adalah menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan setiap harinya. Makanan tersebut terdiri dari sarapan, makan siang, dan makan malam. Selama di Arafah, jemaah haji mendapatkan layanan konsumsi penuh tiga kali sehari selama masa puncak ibadah haji di Armuzna.

Namun, ada hal yang unik dari dapur ini. Meskipun di Arafah yang panas dan tandus, alat bahan masak di dapur ini tidak menggunakan gas elpiji seperti kebanyakan dapur pada umumnya, melainkan menggunakan kayu bakar. Alim Nur menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk menghindari risiko bahaya kebocoran gas yang berpotensi meledak di tengah suhu panas di Arafah.

“Semua dapur di sini menggunakan kayu bakar. Kami menganggap penggunaan kayu bakar lebih aman untuk kondisi di sini,” katanya dengan mantap.

Lebih lanjut, Alim Nur menambahkan bahwa menu makanan yang disajikan juga telah disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia yang khas. “Pokoknya, kami menyajikan makanan dengan rasa Nusantara yang pasti disukai oleh jemaah,” tambahnya sambil tersenyum.

Kisah dapur di Arafah ini mencerminkan kerja keras dan komitmen untuk melayani jemaah haji dengan layanan yang terbaik. Di tengah panas dan tantangan alam, semangat untuk memberikan yang terbaik bagi jemaah haji dari tanah air terus membara di hati para kru dapur ini. Semoga perjalanan spiritual mereka di bumi suci Arafah memberikan ketenangan dan keberkahan bagi semua yang hadir dalam ibadah yang mulia ini.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru