BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Enam Calon Presiden yang Bersaing Setelah Kematian Ebrahim Raisi

BITVonline.com - Senin, 10 Juni 2024 09:57 WIB
Enam Calon Presiden yang Bersaing Setelah Kematian Ebrahim Raisi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

IRAN -Dewan Wali Iran telah menyetujui enam calon presiden untuk pemilihan presiden mendatang, setelah tragedi kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Ebrahim Raisi pada bulan Mei lalu. Pilihan tersebut mencerminkan keberagaman latar belakang dan pandangan politik yang berbeda di antara kandidat-kandidat tersebut.

Mohammad Bagher Qalibaf: Mantan walikota Teheran ini memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi dan dikenal karena tindakan kerasnya terhadap mahasiswa Iran pada tahun 1999 dan 2003. Meskipun telah mencalonkan diri beberapa kali sebelumnya, Qalibaf kembali menjadi kandidat paling menonjol dalam pemilihan kali ini. Saeed Jalili: Seorang diplomat yang pernah menjabat sebagai kepala perunding nuklir Iran, Jalili memiliki basis pendukung yang kuat meskipun belum pernah memenangkan pemilihan presiden sebelumnya. Dia diyakini memiliki pengalaman yang luas dalam urusan luar negeri dan keamanan nasional. Masoud Pezeshkian: Satu-satunya kandidat reformis di antara para pesaingnya, Pezeshkian dikenal karena sering menyerukan persatuan di antara berbagai kelompok politik. Meskipun berbeda pandangan politiknya, persetujuan pencalonan dirinya oleh Dewan Wali menandai kejutan dalam proses seleksi calon. Alireza Zakani: Seorang politisi konservatif dengan pengalaman yang terbatas, Zakani pernah menjabat sebagai Wali Kota dan anggota parlemen. Meskipun belum memiliki popularitas yang sama dengan beberapa pesaingnya, kehadirannya dalam pemilihan menambah warna dalam kompetisi ini. Amir-Hossein Ghazizadeh Hashemi: Seorang ahli bedah terkenal yang saat ini menjabat sebagai ketua Yayasan Urusan Martir dan Veteran, Ghazizadeh Hashemi dikenal karena pandangannya yang konservatif. Meskipun lebih dikenal dalam bidang medis, keterlibatannya dalam politik memberinya platform untuk memperjuangkan agenda konservatifnya. Mostafa Pourmohammadi: Seorang mantan jaksa dan menteri dalam negeri, Pourmohammadi memiliki pengalaman luas dalam bidang hukum dan keamanan. Meskipun pernah mencalonkan diri sebelumnya, dia belum pernah memenangkan pemilihan presiden.

Meskipun keenam calon tersebut mewakili spektrum politik yang beragam, kemenangan salah satu dari mereka akan memiliki dampak yang signifikan bagi masa depan Iran. Dengan pemilihan presiden yang semakin mendekat, para kandidat akan terus melakukan kampanye dan berkompetisi untuk mendapatkan dukungan dari pemilih Iran.

Pemilihan presiden Iran bukan hanya masalah internal, tetapi juga memiliki implikasi global yang luas. Hasilnya akan memengaruhi hubungan Iran dengan negara-negara lain dan arah kebijakan dalam beberapa tahun mendatang. Untuk saat ini, dunia menunggu dengan penuh antisipasi untuk melihat siapa yang akan menjadi pemimpin berikutnya dari salah satu negara paling penting di Timur Tengah.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru