34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
NIKARUGA -Insiden penggerebekan yang dilakukan polisi Ekuador di Kedutaan Besar Meksiko di Quito telah memicu reaksi keras dari berbagai pihak, baik di Amerika Latin maupun internasional. Nikaragua menjadi salah satu negara yang secara tegas memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Ekuador sebagai respons terhadap tindakan yang dianggap tidak biasa dan tercela tersebut.
Dalam pernyataannya, pemerintahan Presiden Nikaragua Daniel Ortega menegaskan penolakan yang tegas terhadap tindakan penggerebekan tersebut. Sikap ini juga disertai dengan dukungan yang kuat terhadap pemerintahan Meksiko, yang juga menjadi korban dari insiden tersebut. Solidaritas yang ditunjukkan oleh Nikaragua mencerminkan komitmen untuk menjaga prinsip-prinsip hukum internasional dan melindungi kedaulatan negara.
Tak hanya Nikaragua, sejumlah pemimpin negara Amerika Latin juga mengecam tindakan Ekuador tersebut. Presiden Chili Gabriel Boric menunjukkan dukungan terhadap Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, sementara Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan keprihatinan mendalam terkait pelanggaran hak asasi manusia atas suaka yang dilakukan oleh Ekuador. Ini adalah bagian dari reaksi yang bersama-sama menolak pelanggaran terhadap norma-norma diplomatik yang diakui secara internasional.
Tindakan Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika yang didorong oleh Kolombia menjadi salah satu upaya dalam menegakkan keadilan dan hukum dalam konteks ini. Permintaan pertemuan luar biasa yang diajukan oleh Kementerian Luar Negeri Kolombia kepada Honduras juga menunjukkan upaya regional untuk menanggapi krisis ini.
Venezuela juga angkat suara mengecam operasi pemerintah Ekuador di Kedutaan Besar Meksiko, dengan Presiden Nicolas Maduro menyoroti potensi ancaman terhadap integritas dan stabilitas Amerika. Reaksi keras ini mencerminkan kekhawatiran akan eskalasi konflik dan ketidakstabilan regional jika tindakan semacam itu dibiarkan tanpa konsekuensi.
Sementara itu, Presiden Brasil, Honduras, Bolivia, dan Argentina menyatakan penyesalan atas keputusan pemerintah Ekuador yang menyebabkan ketegangan diplomatik tersebut. Keputusan Presiden Meksiko untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Ekuador juga menjadi bagian dari respons yang kuat terhadap pelanggaran hukum internasional.
Krisis diplomatik ini tidak hanya mencerminkan ketegangan antara negara-negara tersebut, tetapi juga mengingatkan pentingnya menghormati norma-norma hukum internasional dalam hubungan diplomatik antarnegara.
(K/09)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
TOBA Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu,
PERISTIWA
DELI SERDANG Pereli senior Sumatera Utara Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas
OLAHRAGA
MANADO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan
EKONOMI
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL