Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
Jakarta – Negara-negara di dunia berlomba menawarkan insentif menarik untuk memikat individu pindah kewarganegaraan dan menetap di negara mereka. Salah satu negara yang menarik perhatian adalah Swiss, yang dikenal sebagai salah satu negara paling aman dan bahagia di dunia. Pemerintah Swiss menawarkan bonus sebesar 20.000 CHF (sekitar Rp 365 juta) untuk orang dewasa muda di bawah usia 45 tahun, ditambah 10.000 CHF (sekitar Rp 170 juta) per anak, bagi mereka yang memilih untuk menetap di Albinen, sebuah desa indah di Pegunungan Alpen.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya calon penduduk baru harus membeli rumah dengan nilai lebih dari 200.000 CHF (sekitar Rp 3,4 miliar) dan berkomitmen untuk tinggal di Swiss selama setidaknya 10 tahun serta menjadi warga negara Swiss. Kepala Operasional Seven Seas Worldwide, perusahaan pelayaran internasional, Wayne Mills, menjelaskan bahwa Albinen terletak di jantung Pegunungan Alpen yang menakjubkan.
Menurut Mills, ini adalah kesempatan bagi siapa saja yang menginginkan gaya hidup tenang di salah satu negara terindah di dunia, lengkap dengan pemandangan gunung bersalju. “Inisiatif ini adalah bagian dari tren global di mana negara-negara berusaha menarik penduduk baru untuk mengatasi penurunan populasi dan kehilangan talenta,” kata Mills, dikutip dari Mirror pada Sabtu (11/1).
Meski hidup di Swiss bisa sedikit mahal, setara dengan biaya hidup di London atau New York, paket yang ditawarkan pemerintah Swiss tentu akan sangat membantu. Ditambah dengan kualitas hidup yang sangat tinggi, Swiss adalah salah satu negara terbaik di dunia. Penduduk Swiss memiliki harapan hidup rata-rata 84 tahun, lebih tinggi 4 tahun dari rata-rata OECD. Tingkat kejahatan yang rendah dan sistem perawatan kesehatan terbaik juga menjadi daya tarik lainnya.
(chriistie)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK