Mendes PDT Desak Stop Dominasi Alfamart dan Indomaret: Buat Apa Kita Bangun Kopdes? Sangat Monopoli!
JAKARTA Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengusulkan agar pemerintah segera menghentikan penye
EKONOMI
JAKARTA – Jumlah barang kiriman yang masuk ke Indonesia terus menurun secara signifikan pada 2024. Dalam lima tahun terakhir, jumlah barang kiriman tersebut turun hampir 98%, dari 61,1 juta barang kiriman pada 2019 menjadi hanya 4,2 juta pada 2024. Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatatkan penurunan yang drastis sejak 2023. Pada 2023, barang kiriman yang masuk tercatat sebanyak 45,6 juta, sementara pada 2024 jumlahnya lebih menyusut lagi.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa penyebab utama penurunan ini adalah penguatan pengaturan barang-barang yang masuk ke Indonesia. Salah satu aturan yang menyebabkan hal ini adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2023 yang membatasi jenis dan jumlah barang yang boleh dikirimkan ke Indonesia.
Dalam Permendag tersebut, terdapat sejumlah ketentuan mengenai barang bawaan yang dibatasi, seperti pakaian jadi, aksesoris pakaian, tas, mainan, elektronik, alas kaki, serta produk hortikultura dan makanan tertentu. Barang yang melebihi batas ketentuan tersebut akan dilarang masuk.
Bea Cukai juga menjelaskan bahwa aturan ini mengatur barang-barang yang dibawa oleh penumpang ke Indonesia, sehingga statusnya dianggap sebagai barang impor. Misalnya, jika seorang penumpang membawa sepatu dengan nilai total melebihi batas fiskal pembebasan sebesar US$ 500, maka barang tersebut akan dikenakan bea masuk dan pajak impor. Nirwala juga memberikan contoh jika ada penumpang yang membawa lebih banyak barang dari batas yang ditentukan, maka petugas Bea Cukai akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pembongkaran koper jika diperlukan.
Selain penurunan jumlah barang kiriman, data barang impor juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2019, Indonesia tercatat mengimpor sebanyak 63,26 juta barang, yang turun menjadi 48,06 juta pada 2023 dan hanya 6,38 juta pada 2024. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah ekspor, yang mengalami penurunan dari 2,25 juta pada 2023 menjadi 1,97 juta pada 2024. Pelayanan pengguna jasa, seperti UMKM binaan Bea Cukai, juga mengalami penurunan, dari 4.004 UMKM pada 2023 menjadi hanya 1.364 pada 2024.
(christie)
JAKARTA Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengusulkan agar pemerintah segera menghentikan penye
EKONOMI
JAKSEL Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Pangkormar Letjen
NASIONAL
JAKARTA Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), I Dewa Gede Palguna, dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Indonesia (FORMASI) te
POLITIK
HUMBAHAS Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama lintas sektor melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musre
PEMERINTAHAN
WASHINGTON, DC Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tampak sumringah saat menerima jersey Reece James, kapten Chelsea, langsung dari ta
POLITIK
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat ada sebanyak tiga juta penerima baru bantuan sosial (bansos) yang masih menunggu pencaira
EKONOMI
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penetapan tarif global baru sebesar 10 beberapa jam setelah Mahkamah Agung
EKONOMI
ATAMBUA, NTT Kasus dugaan rudapaksa yang menyeret nama Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota alias Piche Kota, jebolan Indonesian Id
HUKUM DAN KRIMINAL
BALIGE Kapten Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kaldera Toba, TS (52), ditemukan meninggal dunia di dalam kapal yang bersandar di Pelabuha
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR, BALI Menjelang Bulan Suci Ramadhan, jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim) meningkatkan intensitas patroli melalui Kegiatan Ru
NASIONAL