KPK Tahan Fahd A Rafiq Usai Terjaring OTT BPN Bogor, Jadi Tersangka untuk Ketiga Kalinya
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq setelah politikus Partai Golkar itu terjaring operasi
HUKUM DAN KRIMINAL
JOHOR BAHRU – Temukan sejumlah kejanggalan DPT Luar Negeri, Migrant Care kembali laporkan KPU ke Bawaslu. Selain di New York, Migrant Care juga temukan kejanggalan DPT di wilayah Johor Bahru, Malaysia.
Migrant CARE, sebuah perkumpulan Indonesia yang berdedikasi untuk melindungi hak-hak buruh migran, kembali mengungkap dugaan pelanggaran administrasi terkait dengan Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) yang diawasi oleh Bawaslu Republik Indonesia. Kasus terbaru ini melibatkan dugaan pemilih ganda yang ditemukan di Johor Bahru, Malaysia, oleh Panitia KPU. Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo, menyampaikan bahwa sekitar 3.238 nama dengan alamat dan umur yang sama telah ditemukan dalam DPTLN di Johor Bahru.
Menariknya, Migrant CARE menemukan bahwa Panitia Penyelenggara Pemilihan Lokal NRI (PPLN) telah mempublikasikan informasi pribadi seperti nama, umur, dan alamat warga negara di DPTLN, yang menunjukkan ketidak-konsistenan dalam standar penetapan DPTLN antar daerah. Selain dugaan pemilih ganda, terdapat juga keanehan lain dalam data, seperti 22 orang yang memiliki alamat di Indonesia, serta beberapa yang alamatnya dicatat sebagai ‘bercuti/rehat/pulang’.
Wahyu Susilo menegaskan bahwa Malaysia, khususnya Johor Bahru, menjadi fokus pemantauan Migrant CARE dalam pemilu 2024 karena wilayah tersebut memiliki jumlah pemilih terbanyak di luar negeri, mencapai 119.491 orang, dimana mayoritas adalah pekerja migran Indonesia. Malaysia juga diidentifikasi sebagai negara yang paling rawan dalam Indeks Kerawanan Pemilu Luar Negeri yang disusun oleh Bawaslu RI.
https://youtu.be/M8bkQtWE1KE
Sementara itu, Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU RI, Betty Epsilon Idroos, menyatakan akan segera memeriksa situasi ini. Sebelumnya, Migrant CARE juga melaporkan dugaan pelanggaran serupa di New York, Amerika Serikat, yang melibatkan 374 pemilih ganda. Setelah penyelidikan, terbukti bahwa ada 198 pemilih yang terdaftar ganda, dan akan dianggap tidak memenuhi syarat.
(A/08)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq setelah politikus Partai Golkar itu terjaring operasi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita 38 obyek aset berupa tanah dan bangunan dalam perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana penc
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan tindak pidana asal yang mendasari perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) deng
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan wacana penerapan pemilihan secara e
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti masih adanya penguasaan tanah secara dominan oleh pihak tertentu. Menur
NASIONAL
MEDAN Mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Saipul Abdi, mengungkapkan adanya dugaan permintaan dari seorang penyidik kejaksaan saat d
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh turun langsung ke Kabupaten Aceh Singkil untuk mengasistensi pe
NASIONAL
KARO Dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Se
PERISTIWA
HUMBAHAS Polda Sumatera Utara masih mendalami keterlibatan delapan orang yang diamankan terkait penyerangan di Desa Matiti, Kecamatan Do
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Tersangka penganiayaan berinisial RI alias KD (27) yang ditangkap Satreskrim Polres Langkat disebut merupakan adik dari seorang
HUKUM DAN KRIMINAL