
Antisipasi Demo Lanjutan, 1.521 Personel Polda Bali Gelar Apel Siaga
DENPASAR Dalam rangka mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa lanjutan, sebanyak 1.521 personel Polda Bali mengikuti apel siaga di halaman
Pemerintahan
RAFAH – Jasad 100 warga sipil Palestina yang terbunuh selama agresi pendudukan yang berlangsung sejak 7 Oktober dikuburkan secara massal di Kota Rafah.Pasukan pendudukan sebelumnya telah mencuri ratusan jasad tersebut dari berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Di tengah tragedi yang menggetarkan, Kota Rafah menjadi saksi penguburan massal 100 jasad warga sipil Palestina yang menjadi korban agresi pendudukan yang memilukan. Sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober, pasukan pendudukan telah mencuri ratusan jasad dari berbagai wilayah di Jalur Gaza, menggambarkan tingkat kekejaman yang mencengangkan.
Melalui laporan Koresponden WAFA, 100 jasad yang telah dimakamkan secara massal, beberapa di antaranya sudah membusuk, merupakan warga sipil tak dikenal yang dicuri oleh tentara pendudukan dari rumah sakit dan pemakaman selama penyerbuan di berbagai wilayah di Jalur Gaza. Proses pemakaman dilakukan setelah jasad-jasad itu diserahkan pada Selasa pagi melalui pos lintas perbatasan Kerem Shalom.
Baca Juga:
Kekejaman tidak berhenti pada pencurian jasad saja. Menurut sejumlah sumber medis, pemeriksaan terhadap sebagian jasad menunjukkan bahwa pasukan penjajah telah mencuri organ-organ milik korban, memperdalam tragedi yang sudah begitu memilukan.
Kecurigaan akan praktik pencurian organ oleh pendudukan Israel tidaklah baru. Media Israel sendiri pernah mengungkapkan keberadaan bank kulit manusia terbesar di dunia yang diduga berasal dari jasad warga Palestina yang terbunuh. Bahkan, direktur Bank Kulit Israel sendiri mengakui keberadaan bank tersebut, menambahkan keraguan akan sumber organ yang didapat.
Baca Juga:
Lebih lanjut, dalam sebuah film dokumenter pada tahun 2009, Direktur Institut Kedokteran Forensik Israel, Yehuda Hess, mengakui keterlibatannya dalam pencurian organ tubuh warga Palestina yang terbunuh, menggambarkan tingkat kekejaman yang tak terbayangkan.
https://youtu.be/1UADB3eXF3Q
Tragedi ini tidak hanya menyisakan ratusan jasad yang terkubur, tetapi juga mencatatkan ribuan warga sipil Palestina yang menjadi korban tewas dan terluka akibat serangan Israel yang melibatkan darat, laut, dan udara. Lebih dari 8.000 warga sipil juga masih dilaporkan hilang di bawah reruntuhan dan di jalanan yang terluka.
Dalam kesedihan yang mendalam, dunia menyoroti kebrutalan agresi Israel yang telah merenggut nyawa ribuan warga sipil Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggalkan luka yang tak akan terhapus dalam sejarah.
(A/08)
DENPASAR Dalam rangka mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa lanjutan, sebanyak 1.521 personel Polda Bali mengikuti apel siaga di halaman
PemerintahanJAKARTA Meski namanya belum sepopuler tanaman herbal lainnya, daun patikan kebo atau yang dikenal juga sebagai asthma plant ternyata menyi
KesehatanYOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral atas eskalasi krisis sosialpolitik dan gelombang aksi massa yang terja
NasionalTANGERANG Kabupaten Simalungun kembali mencatat prestasi membanggakan dalam ajang nasional. Dalam gelaran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025,
EkonomiJAKARTA Aksi penjarahan yang terjadi di sejumlah titik dalam beberapa hari terakhir menuai perhatian serius dari berbagai pihak. Salah sat
AgamaPADANGSIDIMPUAN Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan kembali menunda sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa kasus judi Togel, Gunawan
BeritaJAKARTA Partai NasDem resmi menonaktifkan dua anggota DPR RI, yaitu Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, karena pernyataan publik mereka yang
PolitikPADANGSIDIMPUAN Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Kodir Pohan, mengucapkan selamat atas terpi
NasionalKUTAI KARTANEGARA PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilaya
EkonomiJAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan temuan penting usai melakukan pemantauan terhadap eskalasi aksi unju
Nasional