100% Sekolah di Sumut Kini Teraliri Listrik dan Internet, Digitalisasi Pendidikan Dipercepat
MEDAN Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara memastikan seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Seko
PENDIDIKAN
JAKARTA -Sejumlah massa yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis sore (27/3/2025).
Mereka menolak tegas pengesahan RUU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru saja disahkan menjadi undang-undang.
Para demonstran memajang berbagai spanduk dan selebaran berisi pesan penolakan terhadap RUU tersebut.
Beberapa spanduk bertuliskan kritik tajam, seperti "Yang Pensiun Aja Rakus, Gimana Yang Aktif!" dan "Selain Sipil, Dilarang Masuk!", serta "Kembalikan TNI ke Barak" dan "Ranah Khusus Sipil, Kembalikan Militer ke Barak".
Demonstrasi yang berlangsung dengan semangat tinggi ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi-puisi perjuangan yang disampaikan secara emosional.
Selain itu, orasi-orasi yang membakar semangat massa juga terus menggema di sekitar area aksi.
Massa aksi menuntut agar DPR RI segera meninjau kembali pengesahan RUU TNI, dengan alasan bahwa pengesahan tersebut berpotensi merusak prinsip dasar negara yang berlandaskan pada pembagian peran antara militer dan sipil.
Mereka menegaskan pentingnya menjaga ruang sipil dari pengaruh militer yang berlebihan.
Hingga saat ini, aksi tersebut menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, depan gedung DPR/MPR RI. Kendaraan-kendaraan dialihkan sementara menuju jalur TransJakarta.
Sementara itu, pada 20 Maret 2025, DPR RI secara resmi mengesahkan RUU TNI menjadi undang-undang dalam rapat paripurna yang dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta Menteri Sekretaris Negara.
Kendati demikian, aksi massa ini menggambarkan besarnya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap pengesahan tersebut, yang hingga kini terus bergulir dalam berbagai wacana publik.
(dc/n14)
MEDAN Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara memastikan seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Seko
PENDIDIKAN
PADANG LAWAS Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas menyita uang senilai Rp1,8 miliar dalam kasus dugaan korupsi dana Program Sawit Raky
HUKUM DAN KRIMINAL
NIAS SELATAN Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencabut izin 28 perusahaan yang merusak lingkungan di Sumatera Ut
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengeluhkan keterlambatan pencairan g
PEMERINTAHAN
MEDAN Polsek Sunggal berhasil menangkap pelaku penggelapan sepeda motor yang memanfaatkan aplikasi kencan untuk menjerat korbannya. Pela
HUKUM DAN KRIMINAL
LONDON Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu Raja Inggris Charles III sebelum menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi
NASIONAL
SAMPANG Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, Fadilah Helmi, dikabarkan telah dijemput dan diamankan oleh Satuan Tugas Khusus (Satga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pengguna dompet digital DANA kini bisa mendapatkan saldo gratis hingga ratusan ribu rupiah melalui sejumlah fitur praktis yang t
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Pengelolaan parkir di Kota Padangsidimpuan yang dilakukan oleh Koperasi K24 memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapa
PEMERINTAHAN
MEDAN Tak sampai sepekan menjabat sebagai Kapolsek Sunggal, Kompol Muhammad Yunus Tarigan berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan
HUKUM DAN KRIMINAL