Prakiraan Cuaca Jakarta: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Hari Ini
JAKARTA Seluruh wilayah Daerah Khusus Jakarta diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan pada hari ini. Kondisi tersebut meli
NASIONAL
JAKARTA -Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rossa Purbo Bekti, mengungkap momen krusial ketika dirinya bersama tim penyidik kehilangan jejak calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto pada tahun 2019.
Dalam kesaksiannya di persidangan lanjutan kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR dan perintangan penyidikan perkara Harun Masiku, dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025), Rossa membeberkan sejumlah fakta mengejutkan.
Menurut Rossa, saat itu tim penyidik tengah memburu keberadaan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto menggunakan teknologi pelacakan berbasis data elektronik dari ponsel mereka. "Kami memanfaatkan teknologi informasi berupa cek pos, yaitu handphone yang melekat pada masing-masing orang yang kita duga," jelas Rossa.
Pengejaran membawa tim penyidik ke kawasan Blok M, hingga akhirnya mereka mendeteksi keduanya masuk ke kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Namun, sesampainya di sana, tim penyidik KPK justru mengalami hambatan.
"Kami tertahan di depan kompleks PTIK. Saya pernah sekolah di situ selama dua tahun, jadi tidak mungkin juga saya mencari masalah," ujar Rossa.
Yang lebih mengejutkan, tim KPK justru berpapasan dengan tim lain yang juga tengah mengejar Harun Masiku. Kedua tim saling melihat di depan gerbang PTIK. "Lho kok ini ada timnya Harun," kata Rossa.
Saat mereka tengah menunggu di depan gerbang dan menunaikan salat Isya, tiba-tiba sejumlah orang mendatangi mereka, menginterogasi, dan membawa tim penyidik ke sebuah ruangan di dalam PTIK. Hal ini menyebabkan tim kehilangan jejak keberadaan Harun Masiku dan Hasto.
"Rombongan kami ada lima orang. Itu menyebabkan kami kehilangan jejak Harun Masiku dan terdakwa pada saat itu," lanjutnya.
Rossa juga menyebutkan bahwa pengejaran kala itu didasarkan pada informasi sadapan yang diterima secara real-time. Bahkan, dari hasil sadapan terungkap ada perintah untuk menenggelamkan ponsel ke air.
"Dari komunikasi sadapan, ada perintah dari 'Bapak' untuk menenggelamkan handphone ke dalam air yang dilakukan saudara Nur Hasan kepada Harun Masiku," ungkap Rossa.
Keterangan ini menambah sorotan terhadap keberadaan Harun Masiku yang hingga kini masih buron, serta dugaan kuat keterlibatan pihak internal dalam menghalangi penyidikan.*
(bs/j006)
JAKARTA Seluruh wilayah Daerah Khusus Jakarta diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan pada hari ini. Kondisi tersebut meli
NASIONAL
BANDUNG Sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan sepanjang hari ini. Kondisi ter
NASIONAL
YOGYAKARTA Sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan pada hari ini. Kondis
NASIONAL
DENPASAR Badan meteorologi memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Bali akan mengalami hujan dengan intensitas ringan sepanjang
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara bijak dan bertanggun
SAINS DAN TEKNOLOGI
ABU DHABI Sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) hari ini mengumumkan keberhasilan mencegat 9 rudal balistik dan 109 drone dalam
INTERNASIONAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, meminta pemerintah dan Menko Polhukam Yusril Ihza Mahendra untuk memul
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penyidik Polda Metro Jaya menahan Dokter Richard Lee malam ini, Jumat (6/3/2026) terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsume
ENTERTAINMENT
DENPASAR Jajaran Polda Bali memperkuat sinergitas dengan masyarakat pesisir dan pelaku usaha transportasi laut guna menjamin keselamatan
NASIONAL
BANDA ACEH Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri buka puasa bersama di halaman
PEMERINTAHAN