BREAKING NEWS
Senin, 20 April 2026

Eks Marinir TNI AL Satriya Arta Kumbara Klarifikasi: Saya Bukan Tentara Bayaran, Tapi Tentara Resmi Rusia

Adelia Syafitri - Sabtu, 10 Mei 2025 13:32 WIB
Eks Marinir TNI AL Satriya Arta Kumbara Klarifikasi: Saya Bukan Tentara Bayaran, Tapi Tentara Resmi Rusia
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Mantan anggota Marinir TNI AL, Serda Satriya Arta Kumbara, memberikan klarifikasi terkait keberadaannya di medan perang Ukraina.

Satriya membantah dirinya adalah tentara bayaran (mercenary) Rusia.

Ia mengaku bergabung secara resmi sebagai anggota organik Angkatan Darat Rusia.

"Saya bukan tentara bayaran, saya tentara organik Rusia di AD Rusia," ujar Satriya dalam komunikasi dari Ukraina, Sabtu (10/5/2025) pagi WIB.

Nama Satriya Arta Kumbara mencuat ke publik setelah fotonya berseragam lengkap Marinir TNI AL viral di media sosial.

Foto itu menampilkan dirinya mengenakan pakaian dinas upacara lengkap dengan baret jingga, berpose di depan Markas Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Surabaya.

Diketahui, Satriya terakhir berdinas di Inspektorat Korps Marinir (Itkormar), Cilandak, Jakarta Selatan.

Ia kemudian disidangkan in absensia oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta karena desersi sejak 13 Juni 2022, bertepatan dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Satriya dijatuhi hukuman satu tahun penjara serta pemecatan dari dinas militer berdasarkan putusan No. 56-K/PM.II-08/AL/IV/2023 tertanggal 6 April 2023.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksma TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, menyatakan bahwa Satriya resmi dipecat dan telah menjalani proses hukum secara militer.

"Serda Satrya desersi terhitung mulai tanggal 13 Juni 2022 sampai sekarang," jelas Kadispenal, Jumat (9/5/2025).

Dalam keterangannya, Satriya menyebut kini berada di Ukraina dan berperang di garda terdepan bersama tentara Rusia dari berbagai negara seperti China, Kamerun, Ghana, dan Kolombia.

Ia juga membagikan video kepada media yang menunjukkan dirinya berlindung di parit tanah dengan latar suara rentetan tembakan dan ledakan.

"Jika semua berjalan lancar dan saya hidup, saya akan berbagi ilmu tentang perang modern kepada saudara TNI saya di Indonesia," ujar Satriya.

Satriya menekankan bahwa keputusannya bergabung dengan militer Rusia bukan atas dasar bayaran, melainkan panggilan profesional melalui rekrutmen resmi.

Ia mengaku menggunakan VPN untuk bisa tetap berkomunikasi, karena jaringan internet di wilayah yang ia tempati sangat terbatas.*

(gl/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Inflasi Pengamat Ada Benarnya

Inflasi Pengamat Ada Benarnya

OlehHabiburokhmanPERNYATAAN Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya. Banyak se

OPINI