Ia juga membagikan video kepada media yang menunjukkan dirinya berlindung di parit tanah dengan latar suara rentetan tembakan dan ledakan.
"Jika semua berjalan lancar dan saya hidup, saya akan berbagi ilmu tentang perang modern kepada saudara TNI saya di Indonesia," ujar Satriya.
Satriya menekankan bahwa keputusannya bergabung dengan militer Rusia bukan atas dasar bayaran, melainkan panggilan profesional melalui rekrutmen resmi.
Ia mengaku menggunakan VPN untuk bisa tetap berkomunikasi, karena jaringan internet di wilayah yang ia tempati sangat terbatas.*