BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

RI Punya Cadangan Uranium-Torium, Pemerintah Targetkan Keputusan Pembangunan PLTN pada 2027 di Tengah Dorongan Transisi Energi

Adam - Rabu, 22 April 2026 21:45 WIB
RI Punya Cadangan Uranium-Torium, Pemerintah Targetkan Keputusan Pembangunan PLTN pada 2027 di Tengah Dorongan Transisi Energi
ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Indonesia disebut memiliki potensi besar berupa cadangan uranium dan thorium yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemanfaatan energi nuklir menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pasokan listrik nasional yang stabil dan rendah emisi di tengah meningkatnya ketidakpastian harga energi global.

"Sebetulnya dari segi teknologi, pembiayaan, dan kesiapan regulasi, Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lain lebih siap," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, energi nuklir diproyeksikan menjadi sumber baseload yang mampu menopang kebutuhan listrik nasional, terutama untuk sektor industri yang membutuhkan pasokan besar dan stabil seperti smelter dan pusat data (data center).

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari regulasi, teknologi, hingga kerja sama internasional. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah small modular reactor (SMR) sebagai bagian dari pengembangan PLTN di Indonesia.

Airlangga juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki cadangan uranium dan thorium yang tersebar di Bangka Belitung serta Kalimantan Barat, yang berpotensi menjadi bahan baku pengembangan energi nuklir nasional.

Pemerintah menargetkan keputusan pembangunan PLTN dapat ditetapkan pada 2027, dengan proyeksi operasional awal pada 2032. Kapasitasnya ditargetkan mencapai sekitar 7 gigawatt pada 2040.

Dalam jangka panjang, energi nuklir diharapkan dapat menjadi bagian penting dari bauran energi nasional untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.

Selain itu, pemerintah juga tetap mendorong pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya sebagai prioritas utama.

"Opportunity ini tidak boleh kita lewatkan. Ada dua fokus utama, yaitu pengembangan surya dan kesiapan nuklir," kata Airlangga.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur kelistrikan seperti smart grid dan konektivitas antarwilayah juga menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi energi nasional.*(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Konsumsi Sayur RI Dinilai Harus Naik Dua Kali Lipat untuk Dukung Target Program Makan Bergizi Gratis
Yusril Tegaskan Akademisi Bebas Kritik Pemerintah, Minta Tidak Langsung Diproses Pidana Tanpa Bukti Hukum
YouTube Resmi Patuhi PP Tunas, Terapkan Batas Usia Minimum 16 Tahun di Indonesia
BAA Talks Resmi Dibuka, Sekda Aceh Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Inovasi Generasi Muda
Restrukturisasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung, Pemerintah Segera Umumkan Hasilnya
Pemerintah Kaji Ulang HET Minyakita, Distribusi BUMN Diperkuat untuk Jaga Harga dan Pasokan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru