BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Pasca Skandal Korupsi, PT Timah Kewalahan Hadapi Tambang Ilegal

Adelia Syafitri - Rabu, 14 Mei 2025 18:42 WIB
Pasca Skandal Korupsi, PT Timah Kewalahan Hadapi Tambang Ilegal
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, mengungkapkan kondisi kritis yang tengah dihadapi perusahaan pelat merah tersebut akibat semakin maraknya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah operasional mereka.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (14/5/2025), Restu secara terbuka menyatakan bahwa PT Timah mengalami kesulitan menertibkan tambang ilegal, terutama pasca mencuatnya kasus korupsi yang menyeret sejumlah nama termasuk Harvey Moeis.

"Sekarang hampir seluruh operasional perusahaan tidak dikendalikan secara langsung oleh PT Timah. Ini kami akui dan akan menjadi kewajiban kami untuk memperbaikinya," kata Restu di hadapan anggota dewan.

Ia menyebut sebagian besar pihak yang beroperasi di sekitar wilayah tambang PT Timah tergolong ilegal, namun rumit untuk ditindak karena sebagian besar pelakunya adalah masyarakat lokal.

Ratusan Kasus Tambang Ilegal

Data internal mencatat pada April 2025, terdapat:

- 175 kasus tambang ilegal di daratan Bangka

- 890 kasus di laut Bangka

- 110 kasus di daratan Belitung

Berbagai upaya telah dilakukan PT Timah, mulai dari penenggelaman kapal ponton ilegal, pengusiran pelaku dari wilayah IUP, hingga penyerahan pelaku ke pihak kepolisian.

Namun Restu mengakui upaya tersebut belum efektif menekan kegiatan ilegal yang semakin menggila.

Salah satu solusi yang tengah dipertimbangkan adalah pengelolaan melalui koperasi, agar masyarakat bisa dilibatkan secara legal dan tertata.

Restu juga mengungkap adanya tumpang tindih lahan pada Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Timah.

Sekitar 31 persen wilayah IUP tidak dapat dioperasikan karena juga masuk dalam kawasan hutan produksi atau terdapat kepentingan lain.

"Kami sangat membutuhkan dukungan regulasi yang mengikat. Salah satunya adalah aturan agar seluruh hasil tambang di WIUP PT Timah wajib dikumpulkan ke perusahaan," pintanya.

Selain tantangan eksternal, kasus korupsi yang mengguncang jajaran PT Timah juga berdampak pada kinerja dan moral pegawai.

"Kondisi moril dan kinerja personel PT Timah sangat jatuh. Mereka merasa kehilangan keyakinan terhadap pimpinan dan manajemen. Seolah-olah jajaran PT Timah tidak mampu berbuat apa-apa," ujar Restu.

PT Timah kini menaruh harapan besar pada dukungan legislatif agar perusahaan bisa kembali mengelola sumber daya secara optimal, legal, dan berkelanjutan.*

(at/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru