Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA— Kepolisian Republik Indonesia melalui Bareskrim Polri telah memastikan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai melakukan pemeriksaan forensik terhadap dokumen pendidikan milik Presiden ke-7 RI tersebut.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Marcus Priyo Gunarto, menilai bahwa hasil penyelidikan Bareskrim ini menjawab dua hal krusial: bahwa Jokowi benar pernah kuliah di Fakultas Kehutanan UGM dan dinyatakan lulus, serta bahwa ijazah yang dimiliki adalah asli.
"Dua hal itu telah disimpulkan dengan pendekatan ilmiah melalui metode forensik. Artinya, tidak ada lagi ruang untuk keraguan," ujar Marcus , Jumat (23/5).
Marcus juga menegaskan, dalam konteks hukum, otoritas resmi negara adalah satu-satunya pihak yang berwenang untuk menyatakan keabsahan dokumen. Oleh karena itu, hasil investigasi Bareskrim harus menjadi rujukan sah bagi publik.
"Jika masih ada yang mempermasalahkan keaslian ijazah tersebut, maka mereka akan berhadapan dengan hukum," imbuhnya.
Bareskrim: Ijazah dari SD hingga UGM Terverifikasi
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, sebelumnya menyatakan bahwa penyidik telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap ijazah Presiden Jokowi — mulai dari SD, SMP, SMA hingga Sarjana di Fakultas Kehutanan UGM.
"Dokumen asli bahkan telah diuji laboratoris dan dibandingkan dengan ijazah tiga rekan seangkatan Presiden Jokowi. Hasilnya identik. Tidak ada unsur pidana," kata Djuhandhani di Bareskrim Polri, Kamis (21/5).
Ia juga menegaskan bahwa Jokowi telah memenuhi seluruh persyaratan akademik, termasuk penulisan skripsi, sebagaimana dibuktikan melalui penelusuran kegiatan akademik di kampus UGM.
Dengan berakhirnya penyelidikan ini, Bareskrim resmi menyatakan tidak ada tindak pidana terkait isu ijazah palsu Presiden Jokowi, dan menghentikan kasus yang sempat dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).*
(gn/j006)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL