Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
SOLO— Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengungkap fakta menarik seputar masa kecilnya.
Dalam keterangannya kepada media di Solo, Jumat (23 Mei 2025), Jokowi mengaku bahwa ia dulu dikenal dengan nama kecil Mulyono.
Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas isu yang menyebutkan bahwa Jokowi sempat memiliki nama Purwoko saat lahir.
Namun, Jokowi menegaskan bahwa ia tidak pernah mengetahui soal nama tersebut.
"Saya kan waktu kecil ya enggak ngerti, nama saya siapa. Yang jelas seingat saya, waktu kecil nama saya Mulyono," ujar Jokowi.
Jokowi menambahkan, nama Mulyono diganti menjadi Joko Widodo karena alasan kesehatan.
Menurut cerita dari orang tuanya, saat kecil ia sering sakit-sakitan.
"Itupun diceritain oleh orang tua bahwa namanya dulu Mulyono, kemudian karena sakit-sakitan diganti menjadi Joko Widodo. (Umur berapa diganti?) Nggak tahu juga, tapi sebelum SD," tambahnya.
Menanggapi klaim bahwa ia sempat bernama Purwoko, Jokowi secara lugas menjawab bahwa ia tidak mengetahui informasi tersebut.
"Kalau Purwoko? Belum tahu," ujarnya singkat.
Isu ini mencuat setelah seorang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, menyatakan dalam tayangan YouTube bahwa Jokowi pernah memiliki tiga nama sepanjang hidupnya: Purwoko, Mulyono, lalu Joko Widodo.
Dalam video tersebut, Dian Sandi mengklaim:
"Nama Pak Jokowi sebenarnya ada tiga. Waktu beliau lahir, itu namanya Purwoko, kemudian menjadi Mulyono."
Diketahui, Dian Sandi juga telah dipanggil oleh Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait pernyataan tersebut.
Pernyataan Jokowi ini sekaligus menjadi klarifikasi langsung dari pihak yang bersangkutan di tengah ramainya spekulasi di ruang publik dan media sosial soal identitas dan nama lahirnya.*
(mt/a008)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL