Prabowo: Pencak Silat Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Panggilan Anak Bangsa
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional (Munas) keXVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta Convention Ce
OLAHRAGA
JAKARTA - Fenomena banyaknya lulusan sarjana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan kini makin nyata terlihat. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya beralih profesi menjadi asisten rumah tangga (ART), sopir, hingga pekerja informal lainnya akibat tak kunjung memperoleh pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan mereka.
Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI), Ivan Taufiza, mengungkapkan bahwa akar permasalahan ini bukan semata karena ijazah S1 tidak berguna, melainkan akibat ketimpangan antara jumlah pencari kerja (supply) dan lapangan pekerjaan (demand) yang tersedia.
"Ijazah itu tetap berguna, tapi sekarang hanya jadi alat administrasi untuk menyaring kandidat karena jumlah pelamar sangat besar. Jadi ini soal ketidakseimbangan supply dan demand di pasar kerja," jelas Ivan , Selasa (24/6/2025).
Dalam kondisi pasar tenaga kerja yang kompetitif seperti saat ini, Ivan menyebut bahwa perusahaan lebih memprioritaskan pelamar yang memiliki sertifikasi teknis atau keahlian khusus. Sertifikasi dinilai lebih menunjukkan kompetensi nyata seseorang di bidang yang dibutuhkan industri.
"Sertifikat coding, robotik, atau skill digital lainnya jauh lebih dicari. Perusahaan mau tahu kamu bisa apa, bukan cuma lulus dari mana," tambah Ivan.
Fenomena ini bahkan terjadi di kalangan perusahaan multinasional. Ivan menegaskan bahwa banyak perusahaan asing kini tidak lagi mempersyaratkan gelar akademik tertentu selama kandidat bisa menunjukkan performa kerja yang baik lewat tes dan portofolio.
Senada dengan itu, pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjudin Noor Effendi, juga menekankan pentingnya pelatihan vokasi dan sertifikasi. Menurutnya, sertifikat adalah bukti keterampilan nyata yang dibutuhkan oleh perusahaan di tengah persaingan kerja yang makin ketat.
"Sarjana itu kalau nggak punya skill, tetap nggak punya nilai lebih. Sertifikasi menunjukkan bahwa seseorang punya kompetensi, bukan sekadar lulus kuliah," ujar Tadjudin.
Ia menambahkan bahwa sertifikasi di bidang teknologi informasi (IT) saat ini paling banyak dicari, terutama yang berkaitan dengan sektor keuangan, telekomunikasi, hingga industri manufaktur.
Namun Tadjudin juga menyayangkan minimnya lembaga pelatihan keahlian yang memadai di Indonesia. Padahal, menurutnya, keberadaan lembaga semacam itu sangat vital dalam menjembatani kebutuhan industri dengan keterampilan tenaga kerja.
"Training center itu belum banyak yang berkualitas. Membuatnya juga tidak murah, karena butuh alat praktik dan fasilitas. Jangan cuma pelatihan buat mur dan baut, tapi harus relevan dengan pasar kerja," pungkasnya.*
(d/j006)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional (Munas) keXVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta Convention Ce
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Ind
NASIONAL
MEDAN Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan Februanto melakukan rotasi sejumlah pejabat di jajarannya. Pergeseran
NASIONAL
JAKARTA Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama sejumlah serikat pekerja/serikat buruh sepakat untuk membahas Rancangan UndangUndan
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyoroti praktik trade misinvoicing atau manipulasi faktur dalam perdaga
EKONOMI
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) mengukuhkan 262 wisudawan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister ke50
PENDIDIKAN
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap perannya dalam membantu aparat kepolisian membongkar kasus penipuan yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya menangkap seorang perempuan berinisial TH alias D (48) yang diduga mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan
HUKUM DAN KRIMINAL
BEIRUT Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 1.953 orang tewas akibat serangan militer Israel sejak 2 Maret 2026. Ratusan ko
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa
HUKUM DAN KRIMINAL