Gokil! Tembus 4 Besar Terendah Nasional, Pemprov Sumut Jaga Inflasi 2,71% Lewat Pangan Murah
MEDAN Tingkat inflasi Sumatera Utara (Sumut) tercatat 2,71 persen secara year on year (yoy) pada September 2026. Angka tersebut menempatka
EKONOMI
JAKARTA - Fenomena banyaknya lulusan sarjana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan kini makin nyata terlihat. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya beralih profesi menjadi asisten rumah tangga (ART), sopir, hingga pekerja informal lainnya akibat tak kunjung memperoleh pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan mereka.
Ketua Ikatan SDM Profesional Indonesia (ISPI), Ivan Taufiza, mengungkapkan bahwa akar permasalahan ini bukan semata karena ijazah S1 tidak berguna, melainkan akibat ketimpangan antara jumlah pencari kerja (supply) dan lapangan pekerjaan (demand) yang tersedia.
"Ijazah itu tetap berguna, tapi sekarang hanya jadi alat administrasi untuk menyaring kandidat karena jumlah pelamar sangat besar. Jadi ini soal ketidakseimbangan supply dan demand di pasar kerja," jelas Ivan , Selasa (24/6/2025).
Dalam kondisi pasar tenaga kerja yang kompetitif seperti saat ini, Ivan menyebut bahwa perusahaan lebih memprioritaskan pelamar yang memiliki sertifikasi teknis atau keahlian khusus. Sertifikasi dinilai lebih menunjukkan kompetensi nyata seseorang di bidang yang dibutuhkan industri.
"Sertifikat coding, robotik, atau skill digital lainnya jauh lebih dicari. Perusahaan mau tahu kamu bisa apa, bukan cuma lulus dari mana," tambah Ivan.
Fenomena ini bahkan terjadi di kalangan perusahaan multinasional. Ivan menegaskan bahwa banyak perusahaan asing kini tidak lagi mempersyaratkan gelar akademik tertentu selama kandidat bisa menunjukkan performa kerja yang baik lewat tes dan portofolio.
Senada dengan itu, pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjudin Noor Effendi, juga menekankan pentingnya pelatihan vokasi dan sertifikasi. Menurutnya, sertifikat adalah bukti keterampilan nyata yang dibutuhkan oleh perusahaan di tengah persaingan kerja yang makin ketat.
"Sarjana itu kalau nggak punya skill, tetap nggak punya nilai lebih. Sertifikasi menunjukkan bahwa seseorang punya kompetensi, bukan sekadar lulus kuliah," ujar Tadjudin.
Ia menambahkan bahwa sertifikasi di bidang teknologi informasi (IT) saat ini paling banyak dicari, terutama yang berkaitan dengan sektor keuangan, telekomunikasi, hingga industri manufaktur.
Namun Tadjudin juga menyayangkan minimnya lembaga pelatihan keahlian yang memadai di Indonesia. Padahal, menurutnya, keberadaan lembaga semacam itu sangat vital dalam menjembatani kebutuhan industri dengan keterampilan tenaga kerja.
"Training center itu belum banyak yang berkualitas. Membuatnya juga tidak murah, karena butuh alat praktik dan fasilitas. Jangan cuma pelatihan buat mur dan baut, tapi harus relevan dengan pasar kerja," pungkasnya.*
(d/j006)
MEDAN Tingkat inflasi Sumatera Utara (Sumut) tercatat 2,71 persen secara year on year (yoy) pada September 2026. Angka tersebut menempatka
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) siap berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan unt
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kota Medan dapat menjadi modal pentin
PARIWISATA
MEDAN Pemerintah Kota Medan mendorong transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehata
PEMERINTAHAN
MEDAN MB, perempuan yang sempat viral melalui video pernyataan terkait kematian Winda Lorenza Gowasa, telah memenuhi panggilan penyidik Di
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Bus Bintang Utara mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Lab
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang mencabut pemb
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memajang tumpukan uang senilai Rp13,2 triliun yang akan diserahkan kepada negara. Uang tersebut merupak
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas bersama sejumlah dokter kecil mempraktikkan cara mencuci tangan pakai sabun dalam pering
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat intervensi pasar untuk menekan harga cabai dan menjaga stabilitas infl
EKONOMI