BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

Rayu Buyer Manca Negara di JWB ke-4, Rico Waas Pamer Medan 'City That Never Sleeps': Stay One More Day

Abyadi Siregar - Selasa, 06 Oktober 2026 17:03 WIB
Rayu Buyer Manca Negara di JWB ke-4, Rico Waas Pamer Medan 'City That Never Sleeps': Stay One More Day
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 dalam acara welcome dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (5/10/2026) malam. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kota Medan dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 dalam acara welcome dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (5/10/2026) malam.

Acara tersebut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggi Batubara, serta Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis.

Baca Juga:

Di hadapan para buyer dari Thailand, Malaysia, Singapura dan sejumlah daerah di Indonesia, Rico memperkenalkan Medan sebagai kota multikultur, multiagama dan multiras dengan masyarakat yang hidup berdampingan.

Menurut Rico, keberagaman budaya Melayu, Batak, Jawa, Karo, Minang, Aceh, Tionghoa hingga India menjadi bagian dari daya tarik wisata Kota Medan yang perlu terus dipromosikan.

Ia mengatakan keberagaman tersebut juga terlihat dari berbagai tradisi budaya dan perayaan keagamaan yang hidup di Medan, seperti Thaipusam, Deepavali dan Imlek.

"Sangat tepat JWB ke-4 ini dilaksanakan di Medan karena kota ini unlimited to explore," ujar Rico.

Rico mengatakan Pemko Medan tengah menyiapkan sejumlah kawasan strategis pariwisata, di antaranya Lapangan Merdeka, Kesawan, Kota Tua, Istana Maimun, Masjid Raya dan Taman Sri Deli.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

"Kebudayaan adalah soft diplomacy kita. Bagi Indonesia, kekayaan budaya adalah soft power untuk dipromosikan ke luar negeri," tegasnya.

Selain wisata budaya, Rico turut memperkenalkan Medan sebagai the city that never sleeps dengan beragam pilihan kuliner yang dapat dinikmati hampir 24 jam.

Ia juga menyebut sejumlah aktivitas publik seperti Car Free Day dan Car Free Night yang menghadirkan seni, budaya dan kreativitas anak muda sebagai bagian dari daya tarik Kota Medan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bikin Pariwisata Aceh Makin 'Cuan', Terobosan Digital JAKLOM-GeoPAD Garapan Unmuha Siap Dongkrak PAD
Prabowo Kobarkan Ambisi Surya 100 GWp dari Bali, Kejar Rampung 2029
Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam
Sumbang 22 Persen PDB Nasional, Sumut Ajak Provinsi se-Sumatera Perkuat Kolaborasi Ekonomi
Tanjungbalai Resmi Berganti Identitas Jadi 'Kota Kerang', Ini Targetnya
Momen Pertama Prabowo Menumpangi Kereta Mewah Nusantara Explorer
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru