Nyaris Sepertiga Anggaran Pendidikan 2027 Rp820,9 Triliun Mengalir ke Program MBG
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RA
EKONOMI
MEDAN -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Monsun Australia yang aktif sejak Juni hingga September 2025 menjadi penyebab utama terjadinya musim kemarau di sebagian besar wilayah selatan ekuator Indonesia, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa Monsun Australia merupakan angin musiman yang berasal dari Benua Australia dan bertiup ke arah utara melewati wilayah Indonesia.
"Angin ini bersifat kering dan cukup dingin karena berasal dari wilayah yang sedang mengalami musim dingin di Australia," ujar Andri di Jakarta, Rabu (2/7).
Dampak dari Monsun Australia dirasakan dalam bentuk cuaca yang lebih kering, suhu malam yang lebih dingin, serta angin kencang, terutama di wilayah pesisir selatan Indonesia.
Potensi Hujan Lebat 2–5 Juli
Meski musim kemarau tengah berlangsung, BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan lebat pada periode 2–5 Juli 2025 di beberapa wilayah Indonesia, termasuk:
Jawa Barat
Jawa Timur
Bali
Sulawesi Selatan
Papua Selatan
Hujan lebat ini terpantau melalui anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang menunjukkan nilai negatif, menandakan langit yang tertutup awan dan berpotensi menghasilkan presipitasi tinggi.
"Kondisi ini bisa menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat secara tiba-tiba di beberapa wilayah," jelas Andri.
Fakta ini terbukti dari hujan deras yang melanda Jakarta pada Rabu sore (2/7), meski di tengah musim kemarau.
Risiko Kekeringan dan Gelombang Tinggi
BMKG turut mengingatkan bahwa cuaca kering berkepanjangan akibat Monsun Australia dapat menimbulkan risiko kekeringan, krisis air bersih, serta gangguan sektor pertanian di daerah-daerah rawan.
Selain itu, angin timuran yang kencang juga meningkatkan risiko gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan.
Imbauan BMKG:
Waspadai potensi hujan lebat dan angin kencang 2–5 Juli
Nelayan dan pelaku pelayaran diminta berhati-hati terhadap gelombang tinggi
Pemerintah daerah diimbau mengantisipasi kekeringan dan kebakaran lahan
BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti update resmi melalui kanal resmi BMKG.*
(km/j006)
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RA
EKONOMI
BANDA ACEH Polda Aceh bersama TNI menggelar apel kesiapan pengamanan peringatan Hari Damai Aceh 2026 di depan Masjid Raya Baiturrahman,
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh membagikan 6.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyaksikan penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait R
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaks
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menjelaskan rencana pembelajaran bahasa asing sejak kelas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengungkapkan pemerintah tengah menyusun Rancangan U
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) P
PEMERINTAHAN
PESISIR SELATAN Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan permanen
NASIONAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi dengan Pemer
NASIONAL