KUR BNI 2026: Simulasi Pinjaman Rp350 Juta, Cicilan Mulai Rp5,7 Jutaan per Bulan
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi salah satu sumber pembiayaan yang banyak dilirik pelaku usaha mikro, kecil, dan
EKONOMI
JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menyoroti serius kasus pengoplosan beras premium oleh perusahaan besar yang terungkap baru-baru ini.
Titiek menyatakan keprihatinannya dan mendesak penegak hukum menindak tegas pelaku agar memberikan efek jera.
"Prihatin ya, zaman sekarang masih ada yang oplos-oplos, perusahaan besar lagi. Saya rasa harus ditindak supaya ada efek jera," tegas Titiek kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Kasus Beras Oplosan Rugikan Konsumen dan Cederai Petani
Kasus ini mencuat setelah investigasi Kementerian Pertanian mengungkap praktik curang di sejumlah wilayah, di mana beras premium dijual dengan kualitas yang tidak sesuai standar, bahkan dicampur dengan beras medium. Padahal, masyarakat membelinya dengan harga tinggi untuk kualitas terbaik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai praktik ini sebagai pengkhianatan terhadap petani, konsumen, dan semangat swasembada pangan.
"Kalau diibaratkan, ini seperti membeli emas 24 karat, tapi ternyata hanya emas 18 karat," ujar Amran dalam keterangan resminya, Senin (14/7).
Komisi IV DPR Akan Panggil Kementerian Pertanian
Titiek Soeharto menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI akan memanggil Kementerian Pertanian untuk rapat kerja khusus membahas kasus ini pada Rabu (16/7).
"Kita setiap minggu ada rapat kerja dengan Kementerian Pertanian. Besok, soal beras oplosan ini pasti kita tanyakan," kata Titiek.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan semua pihak terhadap program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. "Kita ingin meningkatkan urusan pangan, ya harus bareng-bareng, tertib, dan transparan," tegasnya.
Pemerintah Tegas: Tidak Ada Toleransi!
Menteri Pertanian Amran menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang tidak mematuhi standar mutu beras premium. Ia menyebut hal ini mencederai kepercayaan publik dan mengganggu ekosistem niaga pangan nasional.
"Kami tidak akan memberi ruang bagi pengoplos beras. Ini bukan hanya persoalan bisnis, tapi soal moral dan integritas pangan nasional," tutup Amran.*
(d/j006)
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi salah satu sumber pembiayaan yang banyak dilirik pelaku usaha mikro, kecil, dan
EKONOMI
OlehHabiburokhmanPERNYATAAN Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya. Banyak se
OPINI
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengajak Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) mengambil peran st
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya penguatan fiskal daerah dan kolaborasi antarkota dalam menghad
PEMERINTAHAN
BANTUL Kementerian Ketenagakerjaan memperluas program pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas sebagai upaya mendorong kemand
NASIONAL
BANDUNG Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan arah baru program pelatihan vokasi nasional pada 2026 yang difokuskan pada penyelarasan k
NASIONAL
TANJAB TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur menggelar apel malam siaga pada Minggu, 19 April 2026, sebagai upaya memperk
NASIONAL
BULELENG Pelaksanaan upacara Betara Turun Kabeh yang bertepatan dengan Purnama Kedasa dimaknai sebagai momentum kebersamaan oleh krama Pes
SENI DAN BUDAYA
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian wilayah Bali pada Senin, 20 April 2026, didomina
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pa
NASIONAL