Ditanya Soal 2.000 SGD Hilang dari Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Cuma Jawab 'Maaf'
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
JAKARTA – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menegaskan bahwa tujuan utama dalam berkeluarga seharusnya bukan hanya untuk melahirkan anak, melainkan untuk mendidik dan mencerdaskan mereka.
Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi publik bertema "Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045", yang berlangsung di Museum Toeti Heraty, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8).
Veronica menyoroti pentingnya kesadaran keluarga dalam mengasuh anak secara berkualitas, bukan sekadar kuantitas.
Ia menyampaikan keprihatinan terhadap banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga dan lemahnya kondisi ekonomi keluarga yang kerap disebabkan oleh tingginya angka kelahiran dalam satu keluarga tanpa diiringi pemahaman yang memadai mengenai pengasuhan anak.
"Di program kami, fokus pada pencegahan pernikahan dini. Bisa dibayangkan, satu keluarga memiliki hingga 10 anak, bahkan di beberapa daerah seperti Tegalwaru, Jawa Barat, bisa mencapai 13 anak. Akibatnya, kekerasan meningkat karena orang tua tidak siap. Padahal, berkeluarga itu untuk memintarkan anak, bukan hanya melahirkan anak," ujar Veronica.
Dalam kesempatan tersebut, Veronica juga menekankan pentingnya menjadikan perempuan sebagai pelaku aktif dalam pembangunan, bukan hanya sebagai objek kebijakan.
Pemerintah, kata dia, tengah mendorong berbagai program pemberdayaan yang menempatkan perempuan sebagai subjek penerima manfaat, termasuk dalam bidang ekonomi dan penguatan peran di dalam keluarga.
"Perempuan harus menjadi pelaku pembangunan. Tidak cukup hanya menjadi objek. Selama ini, kita lebih banyak bergerak di hilir karena kasus yang terjadi sudah terlalu kompleks," tuturnya.
Veronica menilai akar berbagai persoalan keluarga berasal dari ketimpangan antara jumlah anak dan kondisi ekonomi yang tidak mendukung.
Oleh karena itu, literasi keluarga dan akses terhadap pemberdayaan ekonomi menjadi perhatian utama Kementerian PPPA.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kementerian PPPA akan mengembangkan program care economy yang mendukung jenjang karier bagi pekerja rumah tangga (PRT) dan pengasuh anak (caregiver).
Program ini bertujuan memberi nilai ekonomi pada pekerjaan perawatan, yang umumnya dilakukan perempuan, sekaligus membuka ruang profesionalisasi di sektor tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa perempuan yang menjalani peran ganda, sebagai ibu, istri, dan pekerja, tetap memiliki akses ekonomi yang layak. Ini bagian dari tugas kita semua dalam mencerdaskan keluarga," pungkasnya.
Program ini juga sejalan dengan upaya Presiden dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.*
(kp/a008)
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memberikan pilihan kepada siswa sekolah dasar (SD) dalam menentukan
NASIONAL
BANDA ACEH Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka
PERISTIWA
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur dalam menghadapi perkara dugaan tudingan ijazah palsu Presiden k
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia membuka peluang kewarganegaraan ganda bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yan
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
PEMERINTAHAN
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur migas di Kalimantan Timur melalui pen
EKONOMI
JAKARTA Patriot Bond diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk menghimpun dana murah dalam jumlah besar di luar APBN guna membiay
EKONOMI
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memimpin apel gelar pasukan untu
NASIONAL