BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

UI Minta Maaf Usai Undang Peter Berkowitz, Tegaskan Komitmen pada Konstitusi dan Dukungan terhadap Palestina

Adelia Syafitri - Minggu, 24 Agustus 2025 21:03 WIB
UI Minta Maaf Usai Undang Peter Berkowitz, Tegaskan Komitmen pada Konstitusi dan Dukungan terhadap Palestina
Prof. Peter Berkowitz dari The Hoover Institution, Stanford University, dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI. (foto: tangkapan layar yt Universitas Indonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Universitas Indonesia (UI) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas diundangnya Prof. Peter Berkowitz dari The Hoover Institution, Stanford University, dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI.

Permintaan maaf ini disampaikan menyusul munculnya reaksi dan keprihatinan publik terhadap latar belakang tokoh yang diundang sebagai pembicara.

"Dengan segala kerendahan hati, UI mengakui kurang hati-hati dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekhilafan dalam melakukan background check terhadap yang bersangkutan," ujar Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Arie Afriansyah, di Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Baca Juga:

UI menegaskan bahwa tidak ada maksud politis atau keberpihakan tertentu dalam undangan terhadap Berkowitz.

Kehadirannya semata-mata ditujukan untuk memberi perspektif akademik dari institusi global dalam bidang sosial humaniora dan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Baca Juga:

"Orasi selengkapnya dari tokoh tersebut dapat dilihat di kanal YouTube resmi UI. Isinya murni akademik, sesuai dengan yang diharapkan panitia PSAU," tambah Arie.

Arie menyatakan bahwa UI memahami dan menghargai kritik masyarakat, sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi internal untuk lebih selektif dan sensitif dalam mengundang narasumber internasional di masa mendatang.

"Peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga. UI akan lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan semua aspek, termasuk rekam jejak dan sensitivitas publik," ujarnya.

Lebih lanjut, UI juga menegaskan komitmennya pada nilai-nilai konstitusi Indonesia, terutama yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

"UI tetap berdiri teguh mendukung perjuangan rakyat Palestina. Kami tidak bergeser dari posisi itu. Komitmen kami pada prinsip kemanusiaan dan keadilan tetap menjadi pijakan utama," tegas Arie.

Sebagai penutup, UI menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan konstruktif dari berbagai elemen masyarakat, seraya menekankan pentingnya menjaga ruang akademik yang terbuka namun tetap selaras dengan nilai-nilai bangsa.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
UI Serukan Ketenangan dan Hukum Tanpa Tebang Pilih di Tengah Gelombang Unjuk Rasa
MUI Serukan Hentikan Penjarahan: Bertentangan dengan Hukum dan Ajaran Agama
Stand Kabupaten Simalungun Jadi Sorotan di Apkasi Otonomi Expo 2025, Tampilkan Produk Unggulan Daerah
MUI dan BGN Klarifikasi Isu Minyak Babi dalam Nampan Makan Bergizi Gratis (MBG)
Gelombang Aksi Demo Mengguncang NTB: Gedung DPRD Dibakar, Massa Serbu Polda
MUI dan Jusuf Kalla Imbau Pengunjuk Rasa Jaga Kondusivitas: "Tahan Diri, Hindari Anarki"
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru