
Saripah Hanum Buktikan Kepedulian, Pos Kamling Dibangun dari Kocek Pribadi
PADANGSIDIMPUAN Usai melaksanakan agenda Reses II, Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari Fraksi PDI Perjuangan, Saripah Hanum Lubis, la
PemerintahanJAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya upaya pemindahan sejumlah aset berupa mobil mewah dari rumah eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, usai operasi tangkap tangan (OTT) pada 20 Agustus 2025 lalu.
KPK kini tengah memburu pihak yang diduga memindahkan mobil tersebut.
"Siapa yang memindahkan dan ke mana mobil itu dibawa, itu masih terus dilakukan pencarian oleh penyidik," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Rabu (27/8).
Baca Juga:
Mobil Diduga Disembunyikan Pasca OTT
Sebelumnya, KPK menerima informasi adanya pemindahan tiga unit mobil dari rumah dinas Noel di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, sesaat setelah OTT dilakukan. Ketiga mobil itu ialah:
Baca Juga:
Toyota Land Cruiser
Mercedes-Benz (Mercy)
BAIC (mobil asal Tiongkok)
"Mobil-mobil itu dipindahkan dari rumah dinas Wamenaker pasca-kegiatan tangkap tangan," ungkap Budi.
KPK juga telah menggeledah rumah Noel pada Selasa (26/8), dan menyita satu unit mobil Toyota Alphard serta 4 unit handphone yang ditemukan di plafon rumah. Seluruh barang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti dalam penyidikan.
KPK mengimbau siapa pun yang mengetahui keberadaan aset tersebut untuk kooperatif.
"Silakan bawa atau laporkan aset yang berkaitan dengan perkara ini ke KPK. Karena itu bagian dari barang bukti," tegas Budi.
Pemerasan Sertifikasi K3: Kerugian Negara Capai Rp 81 Miliar
Kasus yang menjerat Noel terungkap dari OTT pada Rabu (20/8) malam. Total 14 orang diamankan, dan 11 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Noel sendiri.
Dalam konferensi pers, KPK menyebut kasus ini melibatkan praktik pemerasan dalam proses penerbitan sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada periode 2019–2024. Nilai dugaan korupsi yang berhasil diungkap mencapai Rp 81 miliar.
ASN Kemenaker Irvian Bobby Mahendro (IBM) diduga menjadi aktor utama dan menerima bagian paling besar, yakni Rp 69 miliar, yang digunakannya untuk keperluan pribadi seperti belanja, hiburan, setoran tunai, serta pembelian mobil mewah.
Sementara itu, Noel diduga menerima Rp 3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler, yang diberikan pada Desember 2024, dua bulan setelah ia resmi menjabat sebagai Wamenaker.
Noel Bantah OTT dan Minta Amnesti
Usai ditetapkan sebagai tersangka, Noel sempat menyampaikan permintaan maaf dan membantah telah ditangkap dalam OTT. Ia juga menyatakan bahwa kasusnya bukan terkait pemerasan dan berharap mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.
Namun, pada akhirnya, Presiden Prabowo memberhentikan Noel dari jabatannya sebagai Wamenaker.*
PADANGSIDIMPUAN Usai melaksanakan agenda Reses II, Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari Fraksi PDI Perjuangan, Saripah Hanum Lubis, la
PemerintahanMEDAN Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam memberantas penyalahgunaan narkoba mendapat dukungan nyata dari
PemerintahanMEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) kembali menegaskan komitmennya dalam mengendalikan inflasi dan mempercepat elek
EkonomiJAKARTA Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang mengguncang berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir, muncul berbagai
NasionalMEDAN Aksi unjuk rasa yang digelar ribuan warga di pusat Kota Medan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan kenaikan tunjangan anggo
PeristiwaMEDAN Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Kota Medan menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung DPRD Kota
PeristiwaBINJAI Ratusan sopir ojek online (ojol) menggelar aksi damai di depan Markas Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Binjai, Jumat
PeristiwaBANDA ACEH Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyampaikan apresiasi dan penghargaan ke
PeristiwaJAKARTA Situasi di depan Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, memanas pada Jumat malam (29/8/2025) setelah massa aksi berhasil men
NasionalJAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, turut angkat suara terkait insiden tragis yang menewaskan seorang
Nasional