BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Tomat Jadi Pemicu Utama, Inflasi Sumut November 2024 Tembus 0,54 Persen

BITVonline.com - Senin, 02 Desember 2024 16:45 WIB
Tomat Jadi Pemicu Utama, Inflasi Sumut November 2024 Tembus 0,54 Persen
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Medan — Inflasi di Sumatera Utara (Sumut) pada November 2024 tercatat sebesar 0,54 persen secara month-to-month (mtm), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang hanya 0,30 persen. Buah tomat menjadi penyebab utama lonjakan inflasi tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa kenaikan harga tomat di beberapa wilayah Sumut menjadi kontributor signifikan terhadap inflasi bulan lalu.

“Komoditas tomat mencatat inflasi cukup besar. Di Pematangsiantar, tomat menyumbang inflasi hingga 80,58 persen secara mtm. Bahkan di Karo, yang merupakan salah satu daerah penghasil tomat, inflasi mencapai 69,42 persen,” ujar Asim saat konferensi pers, Senin (2/12/2024).

Selain di Karo dan Pematangsiantar, harga tomat juga melonjak di Kabupaten Labuhanbatu. Di wilayah tersebut, inflasi tomat tercatat sebesar 63,83 persen. Lonjakan harga ini terjadi akibat tingginya permintaan yang tidak diimbangi pasokan memadai.

“Tomat menjadi penyumbang utama inflasi di Sumatera Utara bulan lalu, bersama dengan komoditas lainnya seperti bawang merah yang juga mengalami kenaikan harga signifikan,” lanjut Asim.

Meski Kabupaten Karo dikenal sebagai salah satu sentra produksi tomat, harga di wilayah tersebut justru ikut terdongkrak. Berdasarkan data BPS, inflasi tomat di Karo mencapai 14,96 persen. Kondisi serupa terjadi di Labuhanbatu dengan inflasi 32,34 persen dan Pematangsiantar sebesar 23,24 persen.

Asim menjelaskan bahwa dinamika harga di wilayah penghasil tomat menunjukkan adanya gangguan distribusi atau peningkatan biaya produksi.

“Membaiknya harga tomat untuk petani seharusnya menjadi keuntungan, namun dampaknya terhadap inflasi cukup besar karena rantai distribusi yang belum sepenuhnya efisien,” ungkapnya.

Selain tomat, bawang merah juga mencatatkan kontribusi terhadap inflasi Sumut pada November 2024. Kenaikan harga bawang merah menjadi faktor pendukung lain yang turut mengerek laju inflasi di beberapa kabupaten dan kota di Sumut.

Secara keseluruhan, kondisi inflasi di Sumut pada November mencerminkan perlunya langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan, terutama yang memiliki peran signifikan terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengatasi gangguan distribusi serta memastikan kelancaran pasokan agar harga komoditas tidak terus melonjak.

Inflasi yang tinggi pada November 2024 menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan dinamika harga komoditas pangan di Sumut. Tomat, yang menjadi penyumbang utama, menunjukkan perlunya efisiensi dalam pengelolaan produksi hingga distribusi.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru