BREAKING NEWS
Sabtu, 11 April 2026

Presiden Prabowo Panggil Menteri PKP, Bahas Percepatan Rumah Subsidi dan KUR Perumahan

Raman Krisna - Senin, 15 September 2025 21:04 WIB
Presiden Prabowo Panggil Menteri PKP, Bahas Percepatan Rumah Subsidi dan KUR Perumahan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/9). (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/9), untuk membahas percepatan penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Maruarar melaporkan perkembangan penyerapan program rumah subsidi 2025 yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo.

"Pertama, kami sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sangat concern kepada perumahan. Buktinya tahun ini kuota rumah subsidi dinaikkan secara signifikan dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit," ujar Maruarar dalam keterangan pers usai pertemuan.

Baca Juga:
Maruarar menyebut, hingga pertengahan September 2025, total realisasi rumah subsidi telah mencapai lebih dari 221.000 unit, mencakup rumah yang telah akad kredit, dalam proses pembangunan, maupun ready stock.

"Dari 1 Januari sampai 15 September, ini yang sudah diserahkan 175.662 unit. Lalu kategori sedang pembangunan, ready stock, persetujuan kredit, dan akad kredit ada 45 ribu. Jadi totalnya 221.047 unit," jelasnya.

Salah satu poin penting yang disoroti dalam pertemuan tersebut adalah pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, program pembiayaan senilai Rp130 triliun yang diarahkan untuk mendukung sektor perumahan dari sisi suplai dan permintaan.

"Ini sejarah baru, belum pernah ada sebelumnya. Dari segi suplai, kita sediakan Rp117 triliun untuk kontraktor, developer, dan toko bangunan. Bunganya disubsidi 5 persen, jadi hanya 6 persen saja," terang Maruarar.

Tak hanya sektor suplai, KUR perumahan juga menyasar sisi permintaan masyarakat, terutama pelaku UMKM berbasis hunian, seperti pemilik homestay, warung, atau usaha rumah makan rumahan.

"Pak Prabowo sangat concern dengan sektor UMKM. Bunga KUR perumahan hanya 6 persen, plafonnya sampai Rp500 juta. Ini sangat membantu masyarakat kecil yang menjalankan usaha di rumah," tambahnya.

Maruarar menegaskan bahwa program KUR perumahan merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah juga telah menggandeng sejumlah bank penyalur KUR untuk memastikan distribusi dana berjalan efisien dan tepat sasaran.

"Program ini hadir lewat kolaborasi banyak pihak dan sejalan dengan arahan Presiden untuk membuat kebijakan yang mampu melawan praktik rentenir yang selama ini membebani rakyat kecil," tegasnya.

Program rumah subsidi dan KUR perumahan diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM dan konstruksi.*

(sn/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Perumahan, Targetkan 1.050 Penerima Manfaat dan KUR Rp130 Triliun
Pemerintah Resmi Perpanjang PPh Final 0,5% bagi UMKM hingga 2029!
KUR BSI 2025: Solusi Modal Usaha Syariah dengan Cicilan Ringan dan Plafon hingga Rp500 Juta
Mau Ajukan KUR BNI 2025? Simak Syarat dan Cara Pengajuan Pinjaman Plafon Rp500 Juta dan Bunga Ringan 6%
Jual Burung Nuri dan Kura-Kura Dilindungi, Pemuda Medan Divonis 3 Tahun Penjara
Gubernur Bobby Nasution Minta Garuda Indonesia Putar Lagu Daerah Sumut Saat Take Off dan Landing
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru