Pekerja SPPG dari Desa Suka Jadi menggeruduk rumah ZH tiktoker di Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Serdang Bedagai Senin (15/9/2026) (foto: antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
SERGAI - Rumah ZH, pemilik akun TikTok Sinar Sergai, yang berada di Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, digeruduk belasan pekerja perempuan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Suka Jadi, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, pada Senin pagi (15/9/2025).
Sekitar pukul 07.00 WIB, para pekerja—yang sebagian besar merupakan juru masak dan petugas kebersihan—menyuarakan protes keras terhadap unggahan ZH yang dinilai menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.Protes Gara-Gara Video Limbah Viral
Unggahan di akun TikTok Sinar Sergai memperlihatkan adanya pembuangan limbah sisa makanan dari gedung SPPG ke aliran irigasi yang melintasi kawasan persawahan. Dalam narasinya, video tersebut menyebutkan bahwa limbah itu bisa mencemari lahan pertanian di sekitarnya.Aksi tersebut dinilai merugikan para pekerja SPPG karena menciptakan kesan negatif terhadap operasional mereka. "Itu limbah rumah tangga biasa, kenapa dibesar-besarkan? Semua rumah juga menghasilkan limbah rumah tangga," ujar Rita, salah satu pekerja.
Dinas Lingkungan dan Pertanian Turun TanganMenanggapi unggahan viral tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai langsung melakukan pengecekan lapangan.
Kepala DLH, Hedi Novria, menjelaskan bahwa dari hasil uji laboratorium, limbah sisa makanan tersebut tidak mengandung zat berbahaya dan masih berada di bawah ambang batas baku mutu.Senada dengan itu, Kadis Pertanian, Dedy Iskandar, menyatakan bahwa limbah rumah tangga tersebut tidak berdampak pada hasil panen dan tidak mengganggu aktivitas pertanian warga.
"Hal ini sebaiknya tidak dibesar-besarkan. Kalau perlu, limbah sisa makanan bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak," tegas Dedy.Petani dan Warga Sekitar Tak Mempermasalahkan
Sementara itu, Irwansyah, pemilik lahan persawahan yang bersebelahan dengan saluran irigasi, menegaskan bahwa limbah tersebut tidak memengaruhi kualitas hasil panennya."Saya mohon kepada pemilik akun TikTok Sinar Sergai untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan asal viral-viral saja, apalagi sampai merugikan orang lain," kata Irwansyah.
Riski, Asisten Kepala SPPG Desa Suka Jadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur standar dalam pembuangan limbah, termasuk melalui bak kontrol dan saluran akhir."Selama ini tidak pernah ada komplain. Tapi kami tetap terbuka dan siap membersihkan saluran irigasi bersama warga agar tidak menimbulkan keresahan," ujar Riski.
Bijak Bermedia Sosial, Hindari Kegaduhan yang Tak PerluKasus ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam bermedia sosial, terutama saat menyampaikan informasi yang berpotensi menimbulkan dampak sosial.
Pemerintah dan masyarakat sama-sama berharap agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali dan setiap pihak tetap mengedepankan klarifikasi, komunikasi, dan kerja sama.*(j006)