BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Balikan Setelah Lost Contact: Peluang Baru atau Langkah Mundur? Ini Kata Pakar

- Kamis, 02 Oktober 2025 11:23 WIB
Balikan Setelah Lost Contact: Peluang Baru atau Langkah Mundur? Ini Kata Pakar
ilustrasi (foto : popbela)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Keinginan untuk kembali menjalin hubungan dengan mantan pacar setelah putus kontak (lost contact) sering kali menimbulkan dilema. Bagi sebagian orang, ini adalah peluang kedua untuk memperbaiki hubungan yang sempat kandas.

Namun, ada pula yang melihatnya sebagai langkah mundur, mengingat hubungan itu berakhir karena alasan tertentu.

Terapis keluarga dan pernikahan asal Amerika Serikat, Jenn Mann, dalam artikelnya di InStyle mengungkapkan sejumlah pertimbangan penting sebelum seseorang memutuskan untuk balikan dengan mantan.

Pertama: Ingat Alasan Putus

Baca Juga:

Mann menekankan bahwa sangat mudah mengalami "amnesia emosional" setelah kegagalan hubungan yang berulang. Maka penting untuk bertanya pada diri sendiri:

Apa alasan hubungan ini berakhir dulu?

Apakah saya sedang mengidealkan masa lalu?

Apa yang sudah berubah, sehingga saya percaya kali ini akan berbeda?

"Kecuali kedua belah pihak telah banyak memperbaiki diri, mereka kemungkinan akan terjebak dalam pola yang sama," ujar Mann.

Kedua: Apakah Ada Penyesalan Nyata?

Permintaan maaf, menurut Mann, tidak cukup jika hanya sebatas kata. Yang diperlukan adalah kesadaran dan tanggung jawab atas rasa sakit yang ditimbulkan.

"Maaf yang tulus datang dari pemahaman mendalam atas luka yang kita sebabkan, dan keinginan untuk memperbaiki," tulis Mann.

Ketiga: Maukah Memperbaiki yang Telah Rusak?

Tindakan nyata seperti mengikuti terapi, menghindari perilaku toksik, atau bahkan mengubah kebiasaan buruk jadi syarat penting agar hubungan bisa membaik. Tanpa itu, balikan hanya akan mengulang luka lama.

Mann mengingatkan, banyak orang yang balikan tapi tidak benar-benar berubah, dan akhirnya kembali merasa tersakiti.

"Tanpa tindakan, maaf hanyalah kata kosong. Balikan tanpa perubahan berarti menyetujui untuk disakiti lagi," tegasnya.

Lalu, Haruskah Balikan?

Keputusan sepenuhnya ada di tanganmu. Bila ingin mencoba kembali, lakukan perlahan. Mulailah dengan membangun komunikasi, bertemu, dan lihat apakah kalian masih sefrekuensi.

Namun, Mann memperingatkan, jangan pernah mencoba kembali jika:

Ada riwayat kekerasan fisik, emosional, atau seksual

Ia pembohong kompulsif

Ada masalah kesehatan mental tapi menolak bantuan

Gaya hidup dan nilai moral sudah tidak sejalan

Balikan bisa menjadi awal baru — tapi hanya jika kedua pihak siap berubah dan tumbuh bersama.*

(km/j006)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru