Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Distribusi MBG Tetap Jalan Meski Sekolah Diliburkan
PEKANBARU Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski sekolah di Kota Pekanbaru, Riau, diliburkan akibat kabut asap kebakaran
NASIONAL
MEDAN - Keinginan untuk kembali menjalin hubungan dengan mantan pacar setelah putus kontak (lost contact) sering kali menimbulkan dilema. Bagi sebagian orang, ini adalah peluang kedua untuk memperbaiki hubungan yang sempat kandas.
Namun, ada pula yang melihatnya sebagai langkah mundur, mengingat hubungan itu berakhir karena alasan tertentu.
Terapis keluarga dan pernikahan asal Amerika Serikat, Jenn Mann, dalam artikelnya di InStyle mengungkapkan sejumlah pertimbangan penting sebelum seseorang memutuskan untuk balikan dengan mantan.Baca Juga:
Mann menekankan bahwa sangat mudah mengalami "amnesia emosional" setelah kegagalan hubungan yang berulang. Maka penting untuk bertanya pada diri sendiri:
Apa alasan hubungan ini berakhir dulu?
Apakah saya sedang mengidealkan masa lalu?
Apa yang sudah berubah, sehingga saya percaya kali ini akan berbeda?
"Kecuali kedua belah pihak telah banyak memperbaiki diri, mereka kemungkinan akan terjebak dalam pola yang sama," ujar Mann.
Kedua: Apakah Ada Penyesalan Nyata?
Permintaan maaf, menurut Mann, tidak cukup jika hanya sebatas kata. Yang diperlukan adalah kesadaran dan tanggung jawab atas rasa sakit yang ditimbulkan.
"Maaf yang tulus datang dari pemahaman mendalam atas luka yang kita sebabkan, dan keinginan untuk memperbaiki," tulis Mann.
Ketiga: Maukah Memperbaiki yang Telah Rusak?
Tindakan nyata seperti mengikuti terapi, menghindari perilaku toksik, atau bahkan mengubah kebiasaan buruk jadi syarat penting agar hubungan bisa membaik. Tanpa itu, balikan hanya akan mengulang luka lama.
Mann mengingatkan, banyak orang yang balikan tapi tidak benar-benar berubah, dan akhirnya kembali merasa tersakiti.
"Tanpa tindakan, maaf hanyalah kata kosong. Balikan tanpa perubahan berarti menyetujui untuk disakiti lagi," tegasnya.
Lalu, Haruskah Balikan?
Keputusan sepenuhnya ada di tanganmu. Bila ingin mencoba kembali, lakukan perlahan. Mulailah dengan membangun komunikasi, bertemu, dan lihat apakah kalian masih sefrekuensi.
Namun, Mann memperingatkan, jangan pernah mencoba kembali jika:
Ada riwayat kekerasan fisik, emosional, atau seksual
Ia pembohong kompulsif
Ada masalah kesehatan mental tapi menolak bantuan
Gaya hidup dan nilai moral sudah tidak sejalan
Balikan bisa menjadi awal baru — tapi hanya jika kedua pihak siap berubah dan tumbuh bersama.*
(km/j006)
PEKANBARU Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski sekolah di Kota Pekanbaru, Riau, diliburkan akibat kabut asap kebakaran
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan anggapan bahwa guru menjadi satusatunya pihak yang wajib mencicipi makanan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah mewajibkan pegawai aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hadir sejak dapu
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya memastikan rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, telah dibuka kemba
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengoptimalkan 21 daerah irigasi sepanjang 2026 untuk meningkatkan luas lahan pertanian p
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2026 dengan pendapa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Rupiah turun 2 poin atau sekitar 0,01 ke level Rp17.725 per
EKONOMI
JAKARTA Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai nilai tukar rupiah saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya
EKONOMI
NAGEKEO Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya baru datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026), sete
NASIONAL
NAGEKEO Presiden Prabowo Subianto meminta kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur
NASIONAL