Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
MEDAN - Keinginan untuk kembali menjalin hubungan dengan mantan pacar setelah putus kontak (lost contact) sering kali menimbulkan dilema. Bagi sebagian orang, ini adalah peluang kedua untuk memperbaiki hubungan yang sempat kandas.
Namun, ada pula yang melihatnya sebagai langkah mundur, mengingat hubungan itu berakhir karena alasan tertentu.
Terapis keluarga dan pernikahan asal Amerika Serikat, Jenn Mann, dalam artikelnya di InStyle mengungkapkan sejumlah pertimbangan penting sebelum seseorang memutuskan untuk balikan dengan mantan.Baca Juga:
Mann menekankan bahwa sangat mudah mengalami "amnesia emosional" setelah kegagalan hubungan yang berulang. Maka penting untuk bertanya pada diri sendiri:
Apa alasan hubungan ini berakhir dulu?
Apakah saya sedang mengidealkan masa lalu?
Apa yang sudah berubah, sehingga saya percaya kali ini akan berbeda?
"Kecuali kedua belah pihak telah banyak memperbaiki diri, mereka kemungkinan akan terjebak dalam pola yang sama," ujar Mann.
Kedua: Apakah Ada Penyesalan Nyata?
Permintaan maaf, menurut Mann, tidak cukup jika hanya sebatas kata. Yang diperlukan adalah kesadaran dan tanggung jawab atas rasa sakit yang ditimbulkan.
"Maaf yang tulus datang dari pemahaman mendalam atas luka yang kita sebabkan, dan keinginan untuk memperbaiki," tulis Mann.
Ketiga: Maukah Memperbaiki yang Telah Rusak?
Tindakan nyata seperti mengikuti terapi, menghindari perilaku toksik, atau bahkan mengubah kebiasaan buruk jadi syarat penting agar hubungan bisa membaik. Tanpa itu, balikan hanya akan mengulang luka lama.
Mann mengingatkan, banyak orang yang balikan tapi tidak benar-benar berubah, dan akhirnya kembali merasa tersakiti.
"Tanpa tindakan, maaf hanyalah kata kosong. Balikan tanpa perubahan berarti menyetujui untuk disakiti lagi," tegasnya.
Lalu, Haruskah Balikan?
Keputusan sepenuhnya ada di tanganmu. Bila ingin mencoba kembali, lakukan perlahan. Mulailah dengan membangun komunikasi, bertemu, dan lihat apakah kalian masih sefrekuensi.
Namun, Mann memperingatkan, jangan pernah mencoba kembali jika:
Ada riwayat kekerasan fisik, emosional, atau seksual
Ia pembohong kompulsif
Ada masalah kesehatan mental tapi menolak bantuan
Gaya hidup dan nilai moral sudah tidak sejalan
Balikan bisa menjadi awal baru — tapi hanya jika kedua pihak siap berubah dan tumbuh bersama.*
(km/j006)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK