Gerak Cepat Kemnaker Turun Tangan Bedah Sistem Kerja 20 Perusahaan Mulai September
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya ketegangan dengan sejumlah kepala daerah menyusul kebijakan pemerintah pusat yang memangkas transfer dana ke daerah.
Ia bahkan menyebut sempat nyaris "dipukuli" oleh para bupati yang tidak puas dengan kebijakan tersebut.
"Beberapa bupati dari beberapa tempat datang ke sini. Tadinya mau ketemu saya semua. Untung saya cuma ketemu perwakilan. Kalau enggak saya dipukulin tadi," ujar Purbaya berseloroh, Kamis (2/10/2025).Baca Juga:
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks penjelasan soal pemangkasan dana transfer daerah yang dilakukan pemerintah pusat dalam rangka optimalisasi penggunaan anggaran.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun dana transfer ke daerah mengalami penurunan sekitar Rp200 triliun, pemerintah justru meningkatkan alokasi program untuk daerah secara signifikan, dari Rp900 triliun menjadi Rp1.300 triliun.
"Jadi ekonomi di daerah sebetulnya uangnya tidak berkurang, malah ditambah secara netto," tegasnya.
Menurutnya, pemangkasan dilakukan karena terdapat banyak ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran di daerah.
Pemerintah pusat ingin memastikan bahwa belanja publik lebih efektif, efisien, dan bersih dari penyalahgunaan.
Menkeu juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2026 sebesar Rp43 triliun.
Dana tambahan ini dapat memperbesar peluang kenaikan transfer ke daerah, tergantung pada kondisi ekonomi dan peningkatan penerimaan negara.
"Kalau daerah bisa menunjukkan penyerapan yang baik dan bersih, harusnya saya bisa meyakinkan pemimpin di atas untuk menambah dengan cepat," jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam menyerap dan mengelola anggaran.
Ia menyebut bahwa sebagian daerah masih cenderung ingin mengelola anggaran secara mandiri tanpa diiringi dengan kemampuan serapan yang optimal.
"Biasa kan daerah itu ingin jalankan sendiri, jadi mereka harus belajar juga memperbaiki cara menyerap anggaran yang kita sediakan," ujarnya.
Pemerintah pusat, lanjut dia, akan terus mendorong efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran agar pembangunan di daerah tetap berjalan, meskipun mekanisme alokasi anggaran diperketat.*
(wp/a008)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL
PALEMBANG Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi
NASIONAL
PEKANBARU Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memaparkan berbagai strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presid
NASIONAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap perkembangan infrastruktur internet Indonesia. Hingga kuartal
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Belgia untuk Indonesia, David Jordens, di Balai Ko
PEMERINTAHAN