"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
Menurut laporan penelitian lingkungan dan data kesehatan, paparan polutan dari PLTU batu bara diperkirakan menyebabkan hingga 6.500 kematian dini setiap tahun di Indonesia. Jika pembangunan PLTU terus berlanjut, angka tersebut bisa melonjak menjadi 20.000 lebih kematian dini per tahun.
Studi dari Universitas Harvard menunjukkan, setiap kenaikan 1 µg/m³ PM2.5 dari PLTU meningkatkan risiko kematian sebesar 1,12 persen—dua kali lipat dari rata-rata polusi PM2.5 dari sumber lainnya.
Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 juga terbukti memicu kanker paru-paru, stroke, dan penyakit jantung iskemik. Kelompok paling terdampak adalah anak-anak, ibu hamil, dan lansia, yang memiliki sistem kekebalan lebih rentan terhadap polusi udara.
Para pegiat lingkungan dan masyarakat sipil menuntut pemerintah mengambil langkah konkret. Beberapa rekomendasi mendesak yang mereka ajukan meliputi:
Penerapan ketat standar emisi bagi seluruh PLTU, termasuk pemasangan teknologi desulfurisasi dan sistem kontrol polusi modern.
Evaluasi komprehensif terhadap dampak lingkungan dan kesehatan dari setiap PLTU yang beroperasi.
Percepatan transisi energi bersih, termasuk mendorong investasi di sektor energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidro.
Moratorium pembangunan PLTU baru, dan rencana penghentian bertahap PLTU eksisting yang paling mencemari.
PLTU Sebalang hanyalah satu dari puluhan PLTU batu bara di Indonesia yang menyisakan jejak kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Meski menjadi bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan energi, pendekatan berbasis batu bara terbukti menyisakan biaya sosial dan ekologis yang sangat tinggi.
Kini, pilihan ada di tangan pemerintah dan masyarakat. Apakah kita akan terus menormalisasi polusi dan kematian dini sebagai bagian dari 'pembangunan'? Atau mulai beralih menuju masa depan energi yang bersih dan berkeadilan?
"Setiap suara, setiap aksi, bisa menjadi bagian dari solusi. Masa depan anak cucu kita tidak boleh dibayar dengan napas yang sesak dan laut yang mati."*
(M/006)
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Per
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan t
EKONOMI
MEDAN Bulan Ramadhan menjadi momentum utama bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah.Selain menahan lapar dan dahaga, ada sejumlah
AGAMA
DELI SERDANG Perayaan Imlek Bersama seDeli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili berlangsung meriah di Kito Convention Hall, Kecamatan Tan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus iklim investasi yang ramah lingk
PEMERINTAHAN
SITAHUIS Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ernita Naibaho, bersama mitra pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL