Pertamina dan Penugasan Energi ke AS: KPK Sebut Potensi Korupsi Jika Aturan Tak Kuat
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti risiko tindak pidana korupsi dalam penugasan khusus PT Pertamina (Persero) terkait pe
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGERANG SELATAN – Musyawarah Kota (Mukota) IV Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tangsel hari ini diguncang skandal serius setelah muncul dugaan bahwa panitia pelaksana memalsukan data verifikasi peserta.
Sebelumnya, pada 22 Oktober 2025, panitia mengumumkan secara resmi bahwa total peserta yang terverifikasi dan berhak mengikuti Mukota adalah 819 orang, dengan tujuh di antaranya terdaftar ganda. Pengumuman ini bahkan dimuat di sejumlah portal berita online.
Baca Juga:Namun, klaim transparansi tersebut runtuh ketika tim investigasi independen yang dibentuk oleh salah satu calon ketua KADIN, Abdul Rahman (lebih dikenal Arnovi), menemukan fakta mengejutkan.
"Angka 819 itu tampaknya hanya angka 'cantik' untuk meredam kecurigaan. Banyak berkas pendaftar bahkan belum disentuh, apalagi divalidasi keanggotaannya," ujar Dodi Prasetya Azhari, Ketua tim sukses Arnovi.
Dalam proses verifikasi, sebanyak 132 peserta yang tidak memenuhi syarat tidak digugurkan, tetapi justru diberi catatan untuk perbaikan.
Akibatnya, jumlah peserta sah dikoreksi dari 819 menjadi 792 KTA, sementara status 132 peserta lainnya akan diplenokan oleh Steering Committee (SC).
"Ini jelas mengingkari kesepakatan bahwa segala kekurangan persyaratan peserta harus diselesaikan sebelum 18 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB. Setelah penutupan pendaftaran, semua kekurangan dianggap gugur," tegas Dodi.
Drama semakin memanas setelah beberapa anggota panitia mengakui kelemahan dalam proses verifikasi.
Dalam rapat tertutup yang bocor ke publik, mereka menyebut keterbatasan waktu dan sumber daya menjadi alasan berkas peserta tidak diverifikasi secara ketat, dan peserta hanya diminta menunjukkan KTA KADIN yang telah dibarcode.
"Pengumuman 819 peserta termasuk tujuh ganda hanyalah estimasi dari data pendaftaran mentah, bukan hasil verifikasi faktual. Ini jelas kebohongan publik yang serius," tegas Jonson, S.H, pengamat hukum dan tokoh masyarakat Tangsel.
Skandal ini memicu protes keras dari peserta dan calon ketua KADIN lainnya. Mereka meminta KADIN Provinsi segera turun tangan dan menginvestigasi 132 peserta yang dianggap tidak layak.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti risiko tindak pidana korupsi dalam penugasan khusus PT Pertamina (Persero) terkait pe
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Nilai mata uang Iran, rial, terus merosot di tengah gelombang demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari dua pekan. Pada Rabu
INTERNASIONAL
DEPOK Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Dalam paparannya, ia
KESEHATAN
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi salah satu sumber pembiayaan utama bagi pelaku Usaha Mikro
EKONOMI
JAKARTA Aplikasi dompet digital DANA menyediakan sejumlah fitur yang memungkinkan pengguna memperoleh saldo tambahan tanpa transaksi ber
EKONOMI
MEDAN Malam 27 Rajab dianggap sebagai salah satu malam istimewa dalam Islam karena keterkaitannya dengan peristiwa Isra Mi&039raj Nabi
AGAMA
OlehNurul Fatta. DALAM negara demokrasi, partai politik semestinya berfungsi sebagai wadah artikulasi dan agregasi kepentingan warga negara
OPINI
PADANGSIDIMPUAN Turnamen sepakbola Ama Ama Cup Kota Padangsidimpuan kembali memanas dengan laga sengit antara Putra Mandiri FC melawan F
OLAHRAGA
JAKARTA Nama besar seorang figur publik ternyata tidak selalu menjamin kehidupan layak bagi keluarga. Hal ini tergambar dari kisah Aisah
ENTERTAINMENT
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026.
NASIONAL