BANDA ACEH – Ridho Hamdiki (38), seorang ayah dari tiga anak warga Beurawe, Banda Aceh, merasa terpukul setelah anak bungsunya yang berusia 10 bulan harus menjalani pembedahan akibat bekas suntikanimunisasi yang membengkak.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (3/3/2026) di Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh.
Menurut Ridho, benjolan pada paha anaknya muncul setelah imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) pada November 2025.
Meski sudah dilaporkan ke petugas posyandu, tindak lanjut yang dijanjikan tidak pernah dilakukan, hingga akhirnya benjolan berkembang dan memerlukan tindakan bedah.
"Saya dan keluarga jujur trauma sekali. Kami ikut imunisasi mendukung program pemerintah, tapi kalau imunisasi berujung operasi, untuk apa?" kata Ridho kepada awak media, Kamis (5/3/2026).
Ridho menjelaskan sejak anaknya berusia dua bulan, imunisasi rutin dilakukan di posyandu. Benjolan pada paha mulai muncul Desember 2025.
Saat kembali imunisasi pada Februari 2026, Ridho melaporkan kondisi tersebut ke petugas posyandu, namun kunjungan ke rumah yang dijanjikan tidak pernah terlaksana.
Akhirnya, Ridho membawa anaknya ke Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh, dan dokter anak menganjurkan rujukan ke dokter spesialis bedah anak di RS Harapan Bunda.
Setelah pemeriksaan, gumpalan nanah di paha anak Ridho ditemukan dan harus segera dibedah.
Dokter menyebut dua kemungkinan penyebab: posisi suntikan yang salah atau alat suntik yang kurang steril.
Dokter juga mengingatkan agar kondisi anak selalu dipantau, karena jika pembengkakan kembali terjadi, operasi lebih besar bisa menjadi pilihan.
Ridho berharap kejadian serupa tidak menimpa anak-anak lain.