BALI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Pulau Bali pada Selasa, 18 November 2025 akan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga petir.
Hampir seluruh kabupaten/kota di Bali diprediksi menghadapi hujan yang dapat mengganggu aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat.
Di wilayah barat, Jembrana diperkirakan mengalami hujan sedang dengan suhu mencapai 26–30 derajat Celsius dan kelembapan tinggi hingga 98 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di Tabanan, namun dengan intensitas yang lebih ekstrem berupa hujanpetir, yang dapat muncul pada siang hingga sore hari.
Daerah tengah hingga selatan seperti Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar juga berada dalam kategori hujan sedang.
Suhu udara berkisar 26–32 derajat Celsius, membuat udara terasa lembap meski hujan turun secara berkala.
BMKG mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap genangan di kawasan wisata dan permukiman padat.
Di wilayah timur, Bangli dan Karangasem diprakirakan mengalami hujanpetir, dengan kelembapan mencapai 99 persen.
Kondisi ini berpotensi memicu longsor pada area perbukitan dan mengganggu jarak pandang pengendara.
Sementara itu, Klungkung menjadi satu dari sedikit wilayah yang hanya mengalami hujan ringan, meski suhu tetap tinggi di kisaran 26–31 derajat Celsius.
BMKG menilai hujan ringan dapat berkembang menjadi hujan sedang jika terjadi peningkatan awan konvektif.
Adapun wilayah pesisir utara, Buleleng, berada dalam kondisi hujan sedang dengan suhu mencapai 31 derajat Celsius.
Aktivitas perikanan dan wisata bahari di wilayah ini disarankan berhati-hati terhadap perubahan angin dan tinggi gelombang.
BMKG mengimbau masyarakat Bali untuk menghindari aktivitas luar ruang saat hujan deras atau petir terjadi, serta memantau pembaruan informasi cuaca untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang muncul mendadak.*