JAKARTA- Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengalami lonjakan signifikan tahun ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kenaikan peserta mencapai 700 persen dibanding 2024, menjangkau guru lintas agama, dari Islam hingga Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Hal itu ia sampaikan saat acara Bersepeda Onthel Bersama Guru Lintas Iman di Jakarta, Minggu (23/11).
Menurut Menag, peningkatan jumlah peserta menjadi indikator kuat kemajuan kesejahteraan dan kompetensi pendidik di Indonesia.
"Banyak kemajuan yang sebelumnya belum pernah kita capai," kata Nasaruddin, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.
Sepanjang 2025, jumlah peserta PPG mencapai 206.411 guru, melonjak dari 29.933 peserta pada 2024.
Angka ini jauh melampaui tren kenaikan tahunan sebelumnya yang hanya berkisar 20–30 persen.
Selain kualitas guru, pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam aspek kesejahteraan.
Tahun ini, 227.147 guru non-PNS menerima kenaikan tunjangan profesi dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Dalam tiga tahun terakhir, 52 ribu guru honorer juga telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
Nasaruddin menekankan, program PPG yang lebih inklusif menjadi bukti upaya pemerintah menghilangkan diskriminasi antarlembaga pendidikan.
Ia juga menyebut langkah perbaikan honor guru madrasah sedang dijalankan melalui pembentukan sekolah rakyat, sekolah Garuda, serta revisi Undang-Undang Guru dan Dosen.