Dua Advokat Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Gunakan Data Pribadi Tanpa Hak
JAKARTA Dua advokat berinisial HS dan PN dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
HUKUM DAN KRIMINAL
NEW DELHI- Menurut survei India Skills Report 2024, hanya sekitar 51,25% lulusan India yang dianggap memiliki keterampilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja. Hasil survei ini mengungkapkan kesenjangan besar antara jumlah lulusan yang terus meningkat dan ketidaksesuaian keterampilan mereka dengan tuntutan industri.
Survei yang melibatkan ratusan ribu mahasiswa tingkat akhir dan pascasarjana tersebut, dilakukan dengan mengumpulkan data dari sekitar 150 organisasi di berbagai sektor industri. Meskipun angka ini sedikit lebih baik dibandingkan hasil survei tahun 2014 yang mencatatkan angka sekitar 34%, banyak ekonom dan pakar pendidikan yang menilai bahwa masih banyak universitas di India yang belum mampu mempersiapkan mahasiswanya dengan keterampilan dunia nyata yang dibutuhkan oleh pasar kerja.
Lekha Chakraborty, seorang profesor dan ketua National Institute of Public Finance and Policy di India, menjelaskan bahwa meskipun lulusan memiliki gelar akademik, mereka seringkali tidak siap untuk bekerja di industri. “Gelar saja tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan, karena kesiapan kerja sangat erat kaitannya dengan pengembangan keterampilan dan magang. Terlebih lagi, banyak lulusan teknik tidak siap bekerja di industri,” ujarnya.
Salah satu sektor yang terimbas oleh ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan lapangan adalah sektor kesehatan. Meskipun India memiliki banyak tenaga medis terlatih, khususnya di bidang kedokteran, negara ini masih kekurangan dokter spesialis, terutama di pusat-pusat kesehatan pedesaan. Menurut Chakraborty, hingga Maret 2023, hanya 4.413 dokter spesialis yang tersedia untuk melayani sekitar 22.000 kebutuhan di pusat kesehatan masyarakat. Krisis ini semakin diperburuk oleh program pelatihan yang tidak cukup untuk mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan di dunia medis.
Sektor kesehatan di India juga dibayang-bayangi oleh jumlah pendaftar yang sangat tinggi namun kapasitas pendidikan yang terbatas. Maheshwer Peri, pendiri platform Careers360, menyebutkan bahwa lebih dari 2,5 juta mahasiswa mendaftar untuk hanya 100.000 kursi kedokteran yang tersedia di India. “Harus ada pelacakan hasil pelatihan secara langsung untuk menjembatani kesenjangan antara ketersediaan pekerjaan dan keterampilan tenaga kerja secara efektif,” kata Peri.
Pakar ekonomi Arun Kumar juga menyatakan keprihatinan terhadap ketidakseimbangan antara jumlah lulusan yang dihasilkan oleh sistem pendidikan India dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Ia menyebutkan bahwa pemerintah belum cukup berinvestasi di sektor pendidikan dan kesehatan. “Sistem pendidikan cacat dan itu perlu diperbaiki terlebih dahulu. Kami menghasilkan 50.000 siswa kelas dunia dan sebagian besar dari mereka pergi ke luar negeri, sisanya tinggal di dalam negeri. Sementara yang kami butuhkan adalah jutaan,” kata Kumar.
Laporan Status Pendidikan Tahunan (ASER) yang diterbitkan baru-baru ini menunjukkan adanya tren mengkhawatirkan terkait tingkat putus sekolah dan keterampilan dasar di kalangan remaja India. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sekitar 42% remaja berusia 14-18 tahun tidak dapat membaca kalimat sederhana dalam bahasa Inggris, dan lebih dari setengahnya kesulitan menyelesaikan masalah pembagian dasar. Meskipun lebih dari 96% remaja berusia 14 tahun terdaftar di sekolah, hanya sekitar 67,4% yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga usia 18 tahun.
India, dengan usia rata-rata yang masih muda yaitu 28 tahun, menghadapi surplus demografi yang besar, namun juga dihadapkan pada tantangan tinggi dalam menyerap angkatan kerja muda ke dalam pasar tenaga kerja yang cukup kompetitif. Survei Ketenagakerjaan India 2024 menunjukkan bahwa hampir 83% dari angkatan kerja yang menganggur di India terdiri dari pemuda berusia 15-29 tahun. Meskipun mayoritas pemuda ini terdidik, banyak dari mereka yang masih belum dapat menemukan pekerjaan, terutama pekerjaan yang mereka harapkan.
Chakraborty menambahkan bahwa banyak pemuda berpendidikan di India yang lebih menginginkan pekerjaan dengan status tinggi, yang akhirnya menghambat mereka untuk memasuki pasar tenaga kerja lebih cepat. “Aspirasi untuk pekerjaan kerah putih yang mereka inginkan menghalangi pemuda yang berpendidikan untuk memasuki pasar kerja lebih cepat,” tambahnya.
Kesenjangan antara jumlah lulusan yang dihasilkan dan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang di India menunjukkan perlunya reformasi besar dalam sistem pendidikan dan pelatihan keterampilan di negara ini. Jika tidak segera diatasi, India bisa kehilangan kesempatan besar untuk memanfaatkan potensi demografi mudanya, yang dapat menjadi sumber daya utama bagi perkembangan ekonomi nasional.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Dua advokat berinisial HS dan PN dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kondisi petani Indonesia yang dinilainya semakin terdesak aki
EKONOMI
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto melepas langsung kepulangan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, usai kunjungan kenegaraan di In
NASIONAL
JAKARTA Mantan Presiden Republik Indonesia ke7, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan akan menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan ijazah
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan kasus gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Maj
NASIONAL
JAKARTA Sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dijadwalkan mulai ditempatkan di berbagai daerah pada Agust
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan di RSU
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Fa
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Sebanyak 135 Reje Kampung (Kepala Desa) terpilih periode 20262032 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam pro
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) resmi meluncurkan rangkaian Bulan Koperasi sebagai pe
NASIONAL