BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Maret 2026

Greenpeace: Hutan Alam di Sumut Hanya Tinggal 14 Juta Hektare, Krisis Lingkungan Makin Parah

Adam - Selasa, 02 Desember 2025 15:06 WIB
Greenpeace: Hutan Alam di Sumut Hanya Tinggal 14 Juta Hektare, Krisis Lingkungan Makin Parah
Penampakan terbaru hutan alam di Batang Toru. (foto: Google Earth)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Analisis Greenpeace Indonesia menunjukkan, luas hutan alam di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus menyusut selama 34 tahun terakhir.

Saat ini, hanya tersisa sekitar 14 juta hektare, kurang dari 30 persen dari total luas Pulau Sumatera yang mencapai 47 juta hektare.

Baca Juga:
Data ini mengacu pada Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA) Kementerian Kehutanan.

Peneliti Senior Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Sapta Ananda Proklamasi, menegaskan, "Hutan alam Sumut saat ini tinggal 10–14 juta hektare. Banyak wilayah telah berubah fungsi menjadi perkebunan, pertanian lahan kering, dan hutan tanaman."

Kerusakan hutan berdampak langsung terhadap ekosistem dan keberlangsungan DAS (Daerah Aliran Sungai).

Sebagian besar DAS di Sumatera kini kritis, dengan tutupan hutan alam kurang dari 25 persen. Batang Toru, bentang hutan tropis terakhir di Sumut, menjadi sorotan utama.

Selama 1990–2022, Greenpeace mencatat deforestasi seluas 70 ribu hektare atau 21 persen dari luas DAS Batang Toru, menyisakan hanya 167 ribu hektare hutan alam.

Areal perizinan berbasis lahan dan ekstraktif seluas 94 ribu hektare, termasuk izin pertambangan, perkebunan kelapa sawit, dan pemanfaatan hutan, turut memperparah tekanan pada ekosistem.

Akibatnya, potensi erosi mencapai 31,6 juta ton per tahun, sebagian besar berasal dari wilayah rawan erosi.

Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas, menekankan, pemerintah harus segera memperbaiki tata kelola hutan dan lahan.

"Hutan Sumatera hampir habis, degradasi lingkungan parah, dan masyarakat menanggung harga mahal dari bencana ekologis," ujarnya.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sekda Dewa Indra Pimpin Apel Siaga Bencana, Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Bali 2025–2026
Stok Aman! Pemprov Sumut Pastikan 2.268 Ton Beras Siap Distribusi ke Korban Bencana
Krisis BBM Pasca-Banjir di Banda Aceh: Antrean Mengular 1 Km, Warga Rela Antre Berjam-jam
Joko Widodo Pimpin Task Force BRIN, Banjir Sumatera Ditangani Berbasis Data dan Teknologi Canggih
Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatera, Mendagri: Beliau Pantau Tiap Hari
Harga Beras di Aceh Tengah Melonjak hingga Rp 500 Ribu per 15 Kg, Mentan: Aku Telepon, Langsung Kirim Pasok
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru