Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Manajer Kampanye Iklim dan Energi
Greenpeace, Iqbal Damanik, menambahkan, hujan ekstrem akan terus mengintai sebagai dampak krisis iklim.
"Dampak krisis iklim bukan hanya angka statistik, tetapi mengancam nyawa dan kehidupan masyarakat," katanya.
Bencana hidrometeorologi akhir November 2025 di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menelan 604 korban jiwa.
Baca Juga:
Infrastruktur publik rusak parah, termasuk ribuan rumah, jembatan, dan fasilitas pendidikan, menurut data BNPB per 1 Desember 2025.
Greenpeace mendesak pemerintah tidak hanya mengevaluasi izin di Sumatera, tetapi juga menghentikan kerusakan hutan di wilayah lain, termasuk Papua.
Mereka menilai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan tercapai jika lingkungan terus dirusak dan bencana ekologis mengancam.*
(cn/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.