Natal Oikumene 2025, Deli Serdang Tunjukkan Wajah Toleransi Indonesia
- Senin, 15 Desember 2025 19:53 WIB
Dalam satu hari yang sama, masyarakat Deli Serdang menggelar perayaan keagamaan berbeda tanpa gesekan, menandai kehidupan sosial yang rukun dan harmonis. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
LUBUK PAKAM — Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, menilai Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Deli Serdang 2025 sebagai cerminan kuatnya toleransi dan kebhinekaan antarumat beragama di daerah tersebut.
Dalam satu hari yang sama, masyarakat Deli Serdang menggelar perayaan keagamaan berbeda tanpa gesekan, menandai kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.
"Inilah bukti nyata toleransi di Deli Serdang. Dalam satu hari ada dua perayaan keagamaan—bagi perayaan umat Buddha dan sore hari Natal Oikumene. Kebhinekaan terjaga dengan baik," kata Asri Ludin saat menghadiri perayaan Natal Oikumene di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, Minggu, 14 Desember 2025.
Bupati menilai nilai-nilai Natal seperti kasih, empati, dan pengorbanan tidak hanya relevan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi fondasi kehidupan sosial yang inklusif.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan subtema Natal 2025 yang mengajak umat menghadirkan nilai ketuhanan dalam keluarga dan lingkungan.
Menurut dia, perayaan Natal juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
Asri Ludin mengajak seluruh hadirin mendoakan korban bencana di Tapanuli, Aceh Tamiang, serta wilayah lain, termasuk di Deli Serdang.
Ia mengapresiasi peran aparatur sipil negara dan masyarakat Kristiani yang terlibat aktif dalam penanganan bencana.
"Solidaritas ini membuat pemulihan di Deli Serdang berlangsung lebih cepat dibandingkan daerah lain," ujarnya.
Donasi spontan yang terkumpul dalam perayaan tersebut, kata Asri Ludin, sebaiknya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana sebagai wujud implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Ketua Panitia Natal OikumeneDeli Serdang 2025, Remus Hasiholan Pardede, mengatakan perayaan tersebut diikuti berbagai denominasi gereja dan dirangkai dengan kegiatan sosial.
Bantuan disalurkan kepada korban banjir di Kecamatan Hamparan Perak, abang becak di Lubuk Pakam, serta panti sosial.
Panitia juga menghimpun donasi sebesar Rp 20 juta yang akan disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu, diserahkan bantuan berupa kursi roda, tongkat ketiak, beras, serta dokumen kependudukan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Remus, Natal Oikumene dimaksudkan sebagai ruang ibadah bersama lintas denominasi yang inklusif, sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah sebagai fasilitator kerukunan antarumat beragama.*
(dh)
Editor
: Adam
Natal Oikumene 2025, Deli Serdang Tunjukkan Wajah Toleransi Indonesia