SERANG – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, mulai Minggu (21/12/2025).
Pembangunan ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak banjir besar di Sumatera.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa tim kementerian akan langsung terjun ke lokasi, bekerja sama dengan pemerintah daerah, Kementerian PUPR, Kepolisian, dan BNPB.
Lokasi yang menjadi fokus pembangunan huntap meliputi Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
"Mulai besok pagi, kami langsung ke Tapanuli Tengah, kemudian Sibolga, dan Tapanuli Utara. Negara hadir, Pak," kata Maruarar kepada Presiden Prabowo Subianto saat kegiatan di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
Langkah cepat ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana dilakukan segera, terutama terkait kebutuhan dasar tempat tinggal bagi warga.
Menurut Maruarar, pembangunan huntap akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan lintas kementerian, memastikan koordinasi dan efektivitas di lapangan.
Sebelumnya, bencana banjir pada 26 November 2025 di Aceh Utara dan Sumatera Utara menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal.
Di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, sekitar 630 kepala keluarga atau 2.335 jiwa terdampak, dengan 96 unit rumah hilang total, 211 rusak sedang, dan 323 unit rusak berat maupun ringan.
Banyak warga mengungsi di meunasah (mushalla), yang dijadikan tempat penampungan sementara.
Pemerintah memastikan penanganan tidak berhenti pada hunian tetap.
Tim kementerian juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti air bersih, layanan kesehatan, dan perlengkapan hunian agar warga dapat kembali menempati rumah dengan layak.*