BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

22 Desember, Mengingat Perjuangan Perempuan Indonesia Lewat Hari Ibu

Adelia Syafitri - Sabtu, 20 Desember 2025 19:10 WIB
22 Desember, Mengingat Perjuangan Perempuan Indonesia Lewat Hari Ibu
ilustrasi (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jakarta – Setiap 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu.

Perayaan ini sering diidentikkan dengan ucapan terima kasih, bunga, atau hadiah untuk ibu.

Namun, makna Hari Ibu lebih dari sekadar simbol kasih sayang; peringatan ini berakar pada perjuangan perempuan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Baca Juga:

Sejarah Hari Ibu di Indonesia bermula dari Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta.

Kongres ini menjadi tonggak sejarah karena mengumpulkan perempuan dari berbagai organisasi dan daerah dalam forum nasional.

Sekitar 30 organisasi perempuan hadir, termasuk Aisyiyah, Wanita Taman Siswa, Putri Indonesia, serta perwakilan dari Jawa dan Sumatra.

Dalam kongres tersebut, isu krusial dibahas secara terbuka, seperti pentingnya pendidikan bagi perempuan, penolakan perkawinan anak, persoalan poligami, dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

Kongres menegaskan bahwa perempuan bukan hanya pendamping laki-laki, melainkan subjek aktif dalam kehidupan sosial dan nasional.

Semangat Kongres Perempuan terus berlanjut hingga Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung, 1938, yang menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Penetapan resmi datang melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, yang menjadikan Hari Ibu sebagai momentum mengenang perjuangan perempuan serta meningkatkan kesadaran akan peran strategis mereka dalam pembangunan bangsa.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menegaskan bahwa Hari Ibu merupakan refleksi perjuangan perempuan Indonesia untuk meraih kesetaraan dan keadilan, bukan sekadar perayaan simbolis.

Dengan memahami sejarahnya, peringatan Hari Ibu menjadi penghormatan nyata terhadap perempuan sebagai ibu, pendidik, pekerja, dan penggerak perubahan masyarakat.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Targetkan 104 Sekolah Rakyat Rampung Juli 2026, Fokus Anak Kurang Mampu
Pascabanjir Aceh, Pendidikan Harus Dipulihkan dengan Kebijakan Luar Biasa
Di Balik Jalan Rusak Lampung Barat, GN-PK Mencium Bau Korupsi
Redistribusi Anggaran Pendidikan Tinggi: PTN vs PTS, Prof. Didik Beri Solusi
Pemkab Karo Resmi Tarik Mahasiswa KKN-T MBKM USU, Hasilkan Program Inovatif untuk Desa
Menyabut Natal dan tahun baru Yayasan Vihara Bao Qing Tian Kota Binjai bersama  Batalyon kavaleri salurkan bantuan di pantiasuhan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru