Ketua PWM Aceh, Malik Musa, mengatakan Muhammadiyah Aceh akan menyalurkan bantuan beras yang merupakan amanah dari Uni Emirat Arab kepada Muhammadiyah. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Kolaborasi ini difokuskan pada penyaluran bantuan kemanusiaan serta pemulihan pascabencana.
Ketua PWM Aceh, Malik Musa, mengatakan Muhammadiyah Aceh akan menyalurkan bantuan beras yang merupakan amanah dari Uni Emirat Arab kepada Muhammadiyah.
Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) PWM Aceh.
"PWM Aceh menerima bantuan beras sebanyak lima ton. Insya Allah hari ini juga sudah bisa diberangkatkan dari Medan menuju Aceh," kata Malik Musa kepada Wartawan melalui sambungan telepon dari PoskorwilPWMSumatera Utara di Medan.
Malik menjelaskan, bantuan tersebut akan difokuskan untuk warga terdampak banjir dan longsor, termasuk masyarakat di sepanjang jalur Aceh Tamiang yang hingga kini masih membutuhkan bantuan logistik.
Ia berharap pemerintah pusat dan para donatur dapat segera memberikan dukungan tambahan untuk membantu warga terdampak bencana.
"Dalam perjalanan menuju Aceh Tamiang, masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan kita," ujarnya.
Muhammadiyah, kata Malik, telah menurunkan ribuan relawan sejak masa tanggap darurat bencana. Saat ini, organisasi tersebut mulai memasuki fase pemulihan pascabencana.
"Yang dibutuhkan sekarang adalah pemulihan—pemulihan trauma dan pemulihan ekonomi masyarakat," kata Malik.
Ia menegaskan Muhammadiyah siap menyalurkan setiap bantuan yang diamanahkan sebagai bagian dari misi kemanusiaan persyarikatan.
Malik juga mengapresiasi peran relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), termasuk dari IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Aisyiyah, yang terus bergerak di lapangan.
"Mereka bekerja dengan ikhlas tanpa pamrih, atas panggilan jiwa. Saya berpesan agar para relawan tetap menjaga kesehatan karena tugas kemanusiaan ini masih panjang," ujarnya.*