BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

IKAL Lemhannas Aceh Salurkan Tujuh Ton Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi

T.Jamaluddin - Rabu, 24 Desember 2025 15:29 WIB
IKAL Lemhannas Aceh Salurkan Tujuh Ton Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
DPD IKAL Lemhannas RI Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (DPD IKAL Lemhannas RI) Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh.

Bantuan berupa kebutuhan pokok itu meliputi beras, minyak goreng, telur ayam, dan gula pasir dengan total mencapai sekitar tujuh ton.

Bantuan didistribusikan ke beberapa daerah terdampak, yakni Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.

Baca Juga:

Sekretaris DPD IKAL Lemhannas Aceh sekaligus Koordinator Donasi, Yusri Kasim, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati keluarga besar IKAL Lemhannas Aceh terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.


"Donasi ini berasal dari para alumni Lemhannas Aceh serta para donatur yang berhasil kami himpun dalam beberapa waktu terakhir. Ini adalah bentuk solidaritas kami kepada saudara-saudara yang sedang diuji dengan bencana," kata Yusri di Banda Aceh, Rabu, 24 Desember 2025.

Yusri menyampaikan, pengurus IKAL Lemhannas Aceh juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak. Menurut dia, situasi di lokasi bencana masih memprihatinkan.

"Kami melihat langsung bagaimana para korban bertahan hidup dengan keterbatasan, sangat bergantung pada bantuan pemerintah dan masyarakat. Dampak bencana ini sangat besar," ujarnya.

Ia menilai, penanganan pascabencana memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi, terutama setelah masa tanggap darurat berakhir.

Rehabilitasi dan rekonstruksi, menurut Yusri, membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat, pemangku kepentingan, hingga dukungan internasional.

Kebutuhan mendesak di lapangan saat ini, kata dia, tidak hanya logistik, tetapi juga hunian sementara, sarana air bersih dan MCK, serta pemulihan tempat ibadah, fasilitas pendidikan seperti sekolah, madrasah, dan pesantren, hingga fasilitas umum dan perkantoran.

"Proses pemulihan ini membutuhkan waktu, anggaran, dan sumber daya besar. Karena itu, kami memandang pembentukan lembaga rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh sebagai sebuah kebutuhan," ujar Yusri.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Simalungun dan TP PKK Antar Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Langkat
Banjir di Langkat dan Aceh Tamiang, Simalungun Turun Tangan dengan Bantuan Kemanusiaan
Pilot dan Kru Heli Polri Salurkan 145 Al-Qur’an untuk Anak-anak Aceh Tamiang
Korban Bencana Sumut Meningkat: 371 Tewas, 70 Masih Hilang
Pasca Banjir Bandang, Pengungsi Aceh Tamiang Mendesak Bantuan Selimut dan Kelambu
Kak Na dan TP PKK Aceh Jadi Apoteker Dadakan di Posko Pengungsian Meunasah Matang Linya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru