Jalur tersebut sebelumnya tertimbun material banjir dan longsor yang terjadi pada 24 November 2025.
"Kita juga menyampaikan dari Tarutung, dari Taput ke Sibolga sudah bisa masuk, tapi memang kapasitas kendaraan yang bisa masuk kecil," ujar Bobby usai meninjau persiapan libur Nataru di Stasiun Kereta Api Medan, Senin (24/12/2025).
Meski demikian, pihak keamanan berjaga di lokasi untuk memastikan lalu lintas tetap berjalan lancar. Bobby juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.
"Yang pasti, jalur mana yang bisa digunakan dan bagaimana kapasitas jalannya. Sehingga akan menyesuaikan jenis bus yang melintas. Dan setiap pertimbangan akan disampaikan oleh tim yang bersiaga," tambahnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per Rabu (24/12/2025) pukul 08.00, tercatat 371 korban meninggal, 70 hilang, 242 luka-luka, dan 13.262 orang mengungsi.
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 133 orang meninggal, 37 hilang, dan 11 luka-luka.
Kabupaten Tapanuli Selatan melaporkan 88 meninggal, 30 hilang, dan 160 luka-luka.
Sementara Kota Sibolga mencatat 55 meninggal dan 68 luka-luka, dan Tapanuli Utara 36 meninggal, 2 hilang, dan 3 luka-luka.
Bencana ini juga berdampak pada wilayah lainnya seperti Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Nias, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Nias Utara, Nias Selatan, Kota Padang Sidempuan, Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi.
Pemprov Sumut bersama pemerintah pusat terus melakukan penanganan pascabencana, mulai dari evakuasi pengungsi hingga perbaikan infrastruktur dan pencarian korban hilang yang masih berlangsung.*
(km/ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Jalur Tarutung–Sibolga Kembali Dibuka, Bobby Nasution Imbau Hati-hati Saat Nataru